Pengantar Minggu Ke-51. Oleh: Chrysant Lily
Lewat tiga artikel yang ditampilkan di minggu ini, website Kebijakan AIDS kembali menyoroti tentang berbagai kesenjangan yang ada antara respon penanggulangan HIV dan AIDS (baik dari segi program maupun kebijakan) dengan berbagai kenyataan yang ada di lapangan. Lewat ulasan yang ada, ketiga artikel ini bermaksud memberikan ruang untuk refleksi serta memikirkan beberapa alternatif solusi ke depan guna mengatasi kesenjangan tersebut.
Dari sisi kebijakan, artikel pertama yang berjudul Penanggulangan HIV dan AIDS dalam Jaminan Kesehatan Nasional membahas tentang kesenjangan antara kebijakan dengan penerapannya bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memiliki HIV. Topik JKN diangkat sehubugan dengan peringatan Universal Health Coverage Day (Hari Cakupan Kesehatan Semesta) pada 12 Desember kemarin. Dari refleksi pelaksanaan JKN selama setahun terakhir, ditemukan bahwa aspek kepesertaan maupun manfaat JKN belum mengakomodasi kebutuhan serta realita ODHA dan populasi kunci. Masih banyak upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai aspirasi cakupan kesehatan yang bersifat universal, antara lain dengan memperhitungkan kesenjangan dari sisi sosial dan tidak sebatas pada ukuran ekonomi saja. Klik Disini
Artikel berikutnya yang berjudul Dilema Integrasi Sistem Kesehatan dan Upaya Penanggulangan AIDS di Daerah Tertinggal juga menggunakan perspektif kebijakan. Dengan menyoroti semakin lebarnya kesenjangan ketersediaan layanan kesehatan dasar di daerah terpencil dan sangat terpencil dengan daerah yang lebih maju di Indonesia , artikel ini mempertanyakan cara-cara mengurangi kesenjangan geografis yang semakin besar. Salah satu solusi yang dibahas adalah mekanisme public private partnership yang potensial untuk memenuhi kesenjangan sumber daya kesehatan untuk daerah terpencil maupun kebutuhan untuk tenaga khusus seperti dalam layanan HIV/AIDS. Artikel ini mengangkat contoh yang sudah dilakukan lewat program sister hospital, yaitu kemitraan antara rumah sakit swasta di daerah yang lebih maju dengan rumah sakit di daerah yang tertinggal untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan di rumah sakit daerah tertinggal. Klik Disini
Dari aspek program penanggulangan HIV dan AIDS, artikel berjudul Close the Gap: Belajar dari Daerah dalam Penanggulangan HIV pada Komunitas LSL membahas tentang bagaimana peningkatan jumlah kasus HIV di antara LSL menunjukkan adanya kesenjangan antara respon yang sudah dilakukan selama ini dengan dinamika kenyataan di lapangan. Salah satu bentuk respon yang selama ini dilakukan adalah kampanye penggunaan kondom setiap kali berhubungan seks berisiko (safe sex) yang ternyata penerapannya di komunitas LSL tidak mudah. Tingkat pengetahuan tentang IMS, HIV dan AIDS yang memadai tidak selalu diikuti dengan perubahan perilaku seksual berisiko. Hal ini juga bisa dilihat dari hasil beberapa penelitian terbaru yang menunjukkan kurang signifikannya pengaruh antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan perubahan sikap pada komunitas LSL. Berkaca dari pengalaman di daerah Jember, artikel ini membahas bagaimana pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi remaja bisa menjadi salah satu investasi potensial untuk mengatasi kesenjangan dalam respon pencegahan HIV bagi kaum LSL. Klik Disini