Pengantar Website Minggu Ke-39 2015
Edisi website kali mengusung tema tentang upaya penyusunan strategi promkes untuk pencegahan HIV dan AIDS dengan mempergunakan logic model. Logic model merupakan salah satu model perencanaan untuk menjelaskan dan menggambarkan maksud dan tujuan suatu program dan apa yang diharapkan diselesaikan dan mempunyai dampak. Secara lebih jelas seperti apa logic model itu dan bagaimana penerapannya, diulas dalam artikel utama“Logic Model dalam Pengembangan Strategi Promosi Kesehatan Pencegahan HIV dan AIDS” (Link) . Penulis mencoba untuk mengulas salah satu hasil penelitian di Cina yang menerapkan logic model untuk mereview evolusi yang terjadi dalam program pencegahan dan pengelolaan HIV dan AIDS di Cina (Link) dan tiba pada satu kesimpulan bahwa memang logic model merupakan model yang cukup komprehensif untuk membantu mensistemasi dan mengorganisir informasi-informasi yang ada dengan alur logis di dalamnya. Kemudian, penulis juga mencermati Rencana Operasional Promkes untuk Pencegahan HIV dan AIDS yang dikembangkan oleh Kemenkes RI melalui Pusat Promosi Kesehatan. Pedoman tersebut dirasa masih terlalu umum dan belum menjabarkan secara detail operasionalisasi strategi promosi kesehatan tersebut, padahal pedoman tersebut diharapkan menjadi acuan bagi kabupaten / kota. Dengan situasi epidemi yang berbeda-beda di masing-masing daerah, tentu perlu ada penyesuaian agar bisa diterapkan secara tepat dan berdampak. Pendekatan logic model direkomendasikan oleh penulis menjadi salah satu alternatif cara untuk membantu merumuskan strategi promosi kesehatan bagi pencegahan HIV agar bisa lebih efektif dan dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan yang ada, khususnya untuk pengembangan strategi promkes pencegahan HIV bagi populasi umum.
Artikel pendukung dalam edisi ini adalah ulasan tentang pedoman pelaksanaan kampanye edukasi pada populasi umum yang secara spesifik pada kaum muda kelompok usia 15-24 tahun (Link). Dokumen ini dipilih karena terkait dengan pedoman Rencana Operasional Promosi Kesehatan dalam Pengendalian HIV dan AIDS, yang dikembangkan oleh Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung, khususnya Sub Direktorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual. Strategi yang dikembangkan salah satunya berdasarkan pada situasi epidemi pada kelompok mudadan pentingnya pencegahan lebih dini.
Semoga bermanfaat.