Selasa, 27 Januari 2015
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,CIAMIS - Perilaku seks menyimpang di Ciamis sudah memasuki taraf yang mengkhawatirkan. Dari pendataan yang dilakukan LSM Wisma (LSM peduli HIV/AIDS) Saat ini di Ciamis tercatat setidaknya ada 1.440 orang laki-laki suka laki-laki (LSL) alias gay.
Hal tersebut diungkapkan Direktur LSM Wisma Deni Wahyu Jayadi pada kegiatan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDs di GOR Pelita Cigembor yang dihadiri berbagai kalangan masyarakat Kelurahan Cigembor, Selasa (27/1/2015) siang.
Afriani Susanti | Rabu, 28 Januari 2015
JAKARTA – Seorang mahasiswa China Institute of Industrial Relations dipecat dari kampus karena menderita penyakit kelainan darah. Mahasiswa dengan nama samaran Zheng Qing ini mengidap hemofilia.
Seperti dikutip dari Asia One, Rabu (28/1/2015), Zheng dipaksa keluar oleh pihak kampus pada September 2014. Mahasiswa 21 tahun jurusan jurnalistik ini juga dibebaskan dari wajib militer karena penyakitnya tersebut. Hemofilia adalah kondisi yang menyebabkan darah penderitanya tidak bisa menggumpal. Penderita penyakit ini kerap membutuhkan transfusi darah.
BY THIN LEI WIN | Wed Jan 28, 2015 8:02am EST
BANGKOK (Thomson Reuters Foundation) - The Asia-Pacific region will not meet the goal of ending the HIV epidemic in 15 years unless it changes laws and attitudes hostile to people living with HIV, the head of the United Nations agency on AIDS said on Wednesday.
Governments need to spend more on programs targeting key groups, improve access to lifesaving drugs and overhaul punitive laws that stop people seeking help, Michel Sidibé, executive director of UNAIDS, told the Thomson Reuters Foundation.
"I'm fully convinced that if you don't address these issues ... it's impossible to end HIV/AIDS," said Sidibé, speaking on the opening day of an Asia Pacific inter-governmental meeting on HIV and AIDS in Bangkok.
Selasa, 27 Januari 2015
Harian Haluan - Data Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan jumlah angka penderita HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) terus meninggi. Meningkatnya kasus tersebut disebabkan oleh hubungan seks luar nikah, bukan karena penggunaan jarum suntik narkoba, seperti sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri mengatakan angka penderita HIV/AIDS hingga akhir tahun 2014 di daerah ini, sebanyak 923 kasus HIV dan 1.173 kasus AIDS, terhitung sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1992 di Ranah Minang.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia