Sriwijaya Post, 8 Desember 2014

Ilustrasi HIV-AIDSSRIPOKU.COM, SEKAYU - Penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sepertinya tiap tahun mengalami peningkatan.

Pada tahun 2013 penderita penyakit yang belum ada obatnya ini sebanyak 8 orang kini pada tahun 2014 menjadi 17 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muba dr Sriwijayani melalui Kabid P2PL Candra SKm mengatakan, hingga saat ini total yang positif terjangkit penyakit HIV sebanyak 41 orang.

Sejak tahun 2011 ada 4 orang, 2012 sebanyak 12 orang, untuk tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 8 orang dan pada 2014 naik menjadi 17 orang penderita.

"Sejak tahun 2011 hingga 2014, ada 4 warga yang meninggal akibat mengidap dan rata rata yang dominan mengidap penyakit ini adalah laki laki," ungkap Candra.

All Africa, 8 December 2014

Worldwide an increasing number of children who contracted HIV as babies are surviving into adolescence, even without medication, but many are dying before treatment can be initiated or be effective.

The reasons are complicated and there is currently little research and evidence to understand the reasons behind the fact that HIV is now the second largest contributor of adolescent mortality globally, and the number one in Africa (World Health Organization).

But some evidence published by the Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes (JAIDS) points to the fact that many of the adolescents who contracted HIV as babies (either in their mother's womb or through breast milk), somehow slipped through the net when it came to getting diagnosed and receiving treatment.

Riau Terkini, 7 Desember 2014

Berbagai kegiatan digelar BNNK Bengkalis sempena Hari HIV/AIDS se-Dunia. Masyarakat turut antusias cap tapak tangan Gerakan Ulur Tangan Peduli HIV/AIDS.Riauterkini-BENGKALIS- Ribuan warga Bengkalis memeriahkan jalan santai sempena Hari HIV/AIDS se-Dunia di Lapangan Pasir Andam Dewin, Bengkalis (7/12/14).Sebelumnya, sempena Hari HIV/AIDS 2014 juga digelar berbagai kegiatan seperi dialog interaktif di lingkungan Kemenkumham, kabaret, tes urin dan tes golongan darah menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkalis.

Kegiatan jalan santai tersebut resmi dilepas Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, sekaligus Ketua Umum Komisi Penanggulangan HIV/AIDS dan Ketua BNNK Bengkalis dan dimeriahkan penampilan para Dancer di Lapangan Tugu Bengkalis, cap tapak tangan Gerakan Ulur Tangan Pedulia HIV/AIDS.

Viva News, 7 Desember 2014

Ilustrasi peringatan hari HIV/AIDS (REUTERS/Navesh Chitrakar)Menggalang peran remaja terlibat aktif dalam kampanye HIV/AIDS.

VIVAlife - Dance4life hari ini memperingati hari HIV/AIDS sedunia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu 7 Desember 2014.

Kegiatan Dance4life ini, bertujuan menggalang peran remaja untuk terlibat aktif dalam penanggulangan HIV/AIDS di kalangan remaja Indonesia.

"Sepanjang tahun 2014, Dance4life Indonesia menjangkau 20.000 remaja di seluruh Indonesia melalui sekolah dan komunitas. Kami juga menjangkau lebih dari 600.000 remaja untuk kampanye," tutur Monique Soesman, Direktur Rutgers WPF Indonesia.

Kemudian, sebagai bentuk kepedulian terhadap HIV/AIDS, Palang Merah Indonesia menggelar kegiatan donor darah kepada peserta dan pengunjung Dance4life.

Supported by

AusAID