Kaltim Post, 14 Juli 2014
SANGATTA - Seluruh lapisan masyarakat di Kutai Timur (Kutim) diajak ikut memerangi tiga hal yang merupakan musuh utama. Tiga hal itu adalah narkoba, HIV/AIDS dan minuman keras (miras). Saat ini, pengaruh tiga musuh utama tersebut sudah sangat memprihatinkan karena sudah merambah daerah pedalaman dan perdesaan.
"Jika tiga hal itu terus dibiarkan beredar di tengah masyarakat, akan sangat merugikan semua pihak. Sebab, barang haram itu menggerogoti moral dan masa depan generasi penerus serta anak cucu kita," kata Ardiansyah Sulaiman yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutim belum lama ini.
Pos Kota, 15 Juli 2014
CAKUNG (Pos Kota) – Angka kasus HIV/AIDS di Jakarta Timur masih cukup tinggi. Masyarakat tetap diimbau waspada dan mau memeriksakan diri jika merasa ada keluhan.
"Angka kasus AIDS di Jaktim sebanyak 330 kasus, dan ini masih tertinggi di DKI," kata Dedy Samsudi, Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kota (KPAK) Jaktim, kemarin.
Jumlah kasus itu sangat membutuhkan kewaspadaan terhadap masyarakat agar menjauhi hal yang menjadi penyebar penyakit mematikan ini. Misalnya, menjauhi seks bebas berganti-ganti pasangan dan lainnya," katanya.
Tribun News, 14 Juli 2014
Laporan Wartawan Tribun Timur, Sudirman
TRIBUNNEWS..COM, PALOPO – Sebanyak 94 warga Luwu Raya dan Tana Toraja yang terjangkit penyakit HIV / AIDS selama delapan tahun terakhir ini atau sejak tahun 2006 hingga juni tahun 2014.
Pengelola program KPA, Y. D. Yoshita, mengatakan dari 94 warga Luwu Raya dan Toraja yang terjangkit HIV / AIDS, enam diantaranya yang masih berusia tiga tahun yang terdiri dari dua orang warga Palopo, dua orang dari Kabupaten Luwu, satu orang dari Tana Toraja dan satu orang dari Kabupaten Luwu Utara, senin (14/07).
Oke Zone, 14 Juli 2014
PENDIDIKAN kesehatan reproduksi sangat penting disampaikan kepada generasi muda untuk mencegah beberapa masalah, termasuk kematian usia dini. Salah satu strategi yang disusun adalah melalui program Generasi Berencana (GenRe).
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Prof Dr Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK, mengatakan bahwa program GenRe menyampaikan informasi-informasi penting, termasuk kesehatan reproduksi, pada laki-laki dan perempuan. (Baca: Kesehatan Reproduksi Penting Diberikan Sejak Dini)
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia