Kompas, 28 April 2014
NEW YORK, KOMPAS.com — New York City di Amerika Serikat setiap tahun menghabiskan lebih dari satu juta dollar AS untuk kondom gratis dalam rangka mencegah kehamilan yang tak dikehendaki serta memerangi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. Namun, pada saat bersamaan polisi kota ini diperbolehkan menjadikan kondom sebagai bukti dari tindak kejahatan prostitusi.
Pertentangan kedua fakta itu menjadi latar belakang dari usulan legislasi terbaru di New York yang mendorong negara bagian itu menjadi wilayah pertama yang melarang kondom menjadi barang bukti dalam kasus prostitusi. Penggunaan kondom sebagai alat bukti kasus prostitusi sudah meluas di kalangan kepolisian dan dinilai selama satu dekade terakhir melemahkan upaya terkait kesehatan publik.
SoloPos, 28 April 2014
Solopos.com, SOLO — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo mencatat jumlah pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di wilayah Kota Bengawan mencapai 700 orang. Sebanyak 395 di antara mereka terlayani KPA, namun 305 sisanya masih buram.
Demikian disampaikan pengelola program KPA Solo, Tommy Prawoto. Tommy mengatakan data tersebut mengacu kepada pemetaan data populasi yang dilakukan KPA hingga Februari.
"Jumlah tersebut terkonsentrasi di beberapa lokalisasi seperti di Gilingan, Kestalan, Setabelan, dan Punggawan. Para PSK itu mayoritas dari luar Solo. Jadi dari Soloraya," jelas dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis (24/4/2014).
DetikNews, 27 April 2014
Banyuwangi - Lokalisasi yang banyak tersebar di Kabupaten Banyuwangi memang sudah ditutup. Keberadaan lokalisasi prostitusi dinilai cukup membahayakan dan mengancam masa depan generasi muda.
Bupati Abdullah Azwar Anas memang tak mau kompromi. Kepala daerah yang diusung PDIP, Golkar dan PKB ini memerintahkan aparat di bawahnya untuk tegas bila mengetahui ada praktik liar di eks lokalisasi.
Salah satu alasan paling utama kebijakan penutupan lokalisasi yang diambil Pemkab Banyuwangi karena angka penderita HIV/AIDS yang sangat tinggi di wilayahnya. Saat ini penderita yang terdeteksi positif HIV/AIDS mencapai 1.600 Orang.
MetroTVNews, 27 April 2014
Metrotvnews.com, Bandung: Produsen automotif asal Amerika Serikat, Chevrolet, meresmikan lapangan futsal Bawet di Kota Bandung, Jawa Barat. Chevrolet pun menggandeng Rumah Cemara meningkatkan rasa percaya diri orang dengan penderita HIV/AID (ODHA) melalui olahraga sepak bola. Turut hadir pula Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di acara peresmian lapangan tersebut.
"Rumah Cemara itu meningkatkan semangat para ODHA dengan bermain bola. Mereka bersama-sama dan melupakan jarak yang selama ini ada pada diri mereka melalui main bola tersebut," kata PR Director General Motor Indonesia, Maria Sidabutar, dalam peresmian Lapangan Bola Bawet di Jalan Kebon Bibit, Tamansari, Bandung Wetan.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia