Pernas AIDS VAcara Pernas AIDS V tahun ini diadakan di Makassar pada tanggal 27-29 Oktober 2015. Acara tahunan ini mengambil tema 'Saatnya semua bertindak", hal ini kembali menekankan bahwa penanggulangan HIV dan AIDS tidak akan berhasil bisa semua pihak mulai dari pemerintah, swasta, populasi kunci dan masyarakat umum.

PKMK FK UGM, sebagai lembaga dibawah Perguruan Tinggi yang memiliki peran dan juga tanggung jawab dalam penanggulangan HIV dan AIDS, ikut serta berpartisipasi dalam acara Pernas AIDS V ini. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang penelitian, PKMK FK UGM ikut berbagi melalui sesi skill building workshop (SBW) mengenai 'pemanfaatan data untuk pengembangan kebijakan dan perbaikan program penanggulangan HIV dan AIDS' yang pelaksanaannya bekerjasama dengan HCPI.

 

Pra-Pernas V

Keberlanjutan Organisasi Berbasis Komunitas GWL dalam Program Penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia: Tantangan dan Harapan

Sisilya Oktaviana Bolilanga, Volunteer Yayasan GAYa NUSANTARA

Pra-Pernas AIDS VForum komunitas pra-pernas diselenggarakan dua hari sebelum Pernas AIDS V dibuka, yaitu pada hari Minggu dan Senin, 26-27 Oktober 2015 di Hotel Sahid Jaya Makassar. Adapun forum komunitas ditujukan untuk merancang rekomendasi serta melakukan konsolidasi suara kelompok komunitas dan populasi kunci terhadap isu-isu penting terkait situasi epidemi dan upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. Terdapat enam forum komunitas dalam agenda ini, diantaranya adalah Forum Komunitas Kelompok Gay, Waria, LSL Indonesia (GWL-INA).

Pada sesi kedua Forum Komunitas Pra-Pernas Kelompok GWL tanggal 26 Oktober 2015 pukul 10.45-12.15 WITA, keberlangsungan Organisasi Berbasis Komunitas (OBK) GWL menjadi topik diskusi kelompok ini dengan tujuan mendapatkan gambaran keberlangsungan OBK dalam melakukan program penanggulangan HIV dan AIDS pada komunitas GWL dengan atau tanpa adanya dukungan pendanaan asing maupun dalam negeri. Kedua narasumber yang berbagi pengalaman keberlangsungan organisasinya dalam forum komunitas ini adalah ketua LSM Keluarga Besar Waria Yogyakarta (Kebaya) dan GAYLAM Lampung.

Read more

Press Release

Saatnya Pemerintah Daerah Mengambil Tanggungjawab Lebih Dalam Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS

For Immediate Release

Hotel Sahid Jaya Makassar, 28 Oktober 2015

Pernas AIDS V - MakassarMakassar, Sulawesi Selatan. Hampir tiga dekade upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sejak kasus AIDS pertama ditemukan di Bali pada tahun 1987, belum berhasil menekan laju penularan virus HIV dan AIDS. Hasil Kajian PKMK FK UGM menemukan bahwa kebijakan upaya penanggulangan HIV dan AIDS masih didominasi oleh pusat, baik pemerintah maupun Mitra Pembangunan Internasional, khususnya dalam hal pembiayaan dan data. Kebijakan desentralisasi sebenarnya menyediakan kewenangan bagi pemerintah daerah untuk mengambil tanggungjawab dan peran yang lebih dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, terkait dengan keberlanjutan program setelah sumber pendanaan dari luar semakin berkurang.

Read more

Reportase

Reportase: Pemanfaatan Data untuk Pengembangan Kebijakan dan Perbaikan Program

Oleh : Swasti Sempulur

Dari Penelitian untuk Kebijakan

Pernas AIDS VDari Penelitian untuk Kebijakan adalah tema yang diangkat dalam sesi skill building workshop pada Pertemuan Nasional V di Makasssar. Sesi ini merupakan salah satu dari beberapa skill building workshop yang diselenggarakan pada event tersebut. Tujuan dari sesi ini adalah memberikan keterampilan bagi peserta khususnya bagi para peneliti dan pengelola program dalam memanfaatkan data untuk pengembangan kebijakan dan perbaikan dalam program penanggulangan HIV dan AIDS. Kurangnya pemahaman riset pada pengelola program atau pengambil keputusan program sering menjadi hambatan utama pemanfaatan hasil riset dan eviden dalam pengembangan dan perbaikan program.

Read More

Video Record