Oleh : M.Suharni
Blended Learning adalah proses pembelajaran yang mengkombinasikan metode tatap muka dan online. Kegiatan blended learning angkatan ke-2 ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan para peserta untuk melakukan riset dan advokasi berbasis data terkait kebijakan dan program AIDS. Jumlah peserta blended learning angkatan ke-2 sebanyak 12 orang yang berasal dari KPA Kota(2 orang), Dinas Kesehatan Kabupaten (1 orang), Puskesmas (2 orang), Kementerian Sosial (2 orang), Univeristas/Sekolah Tinggi (3 orang), Poltikes Kemenkes (1 orang), dan LSM (2 orang).
Pada sesi ini dijelaskan proses belajar kegiatan yang dimulai dengan pertemuan tatap muka selama 3 hari bersamaan dengan acara Fornas JKKI V di Bandung. Pada forum tersebut masing-masing peserta mempresentasikan paper secara oral atau poster. Selanjutnya adalah tatap muka berupa pengayaan bagi peserta dengan materi yang terdiri dari; 1) Sistem Kesehatan oleh dr. Nyoman Sutarsa, MPH. 2) Organisasi Sistem Kesehatan oleh Dr.dr. Dwi Handono,3) Perluasan Respon AIDS & Sistem Kesehatan oleh M.Suharni, MA, 4) Penguatan Sistem Komunitas oleh Ign. Hersumpana,MA, 5) Layanan HIV, Aksesibilitas dan Artikulasi Kepentingan Kelompok Populasi Kunci dan Masyarakat oleh dr. Trijoko Yudopuspito, M.Sc.PH. 6) Penulisan Paper Kebijakan oleh dr. Mubasysir Hasan Basri, MA.
Kegiatan berikutnya adalah pembelajaran on line via webinar dengan materinya sebagai berikut; 1) Analisis Stakeholder oleh dr. Mubasysir Hasan Basri, MA. 2) Sumber Daya Manusia dalam Program Penanggulangan HIV-AIDS dan Sistem Kesehatan oleh dr.Adreasta Meleiala, DPH. 3) Pembiayaan Kesehatan dalam Pencapaian Target Pengendalian HIV/AIDS di Indonesia : Pengalaman Daerah Mengadvokasi Anggaran HIV-AIDS oleh Deni Herbianto SE, MSc. dan Andre Utan dari Yayasan Bambu Nusantara Madiun, 4) Perencanaan Pembiayaan Penanggulangan HIV berbasis CSO dan Pemerintah oleh Brad Otto Senior Konsultan RTI dan Sutedjo, SKM, M.Kes, 5) Monitoring dan Evaluasi Program HIV-AIDS dan Kesehatan oleh Aang Sutrisna Senior Konsultan Monev dan dr. Arief Hargono M. Kes, 6) New Funding Model Program AIDS Tim Blended learning Tim PKMK UGM.
Keluaran dari kegiatan ini adalah artikel dan proposal yang telah diunggah di www.kebijakanaidsindonesia.net dengan tema yang bervariasi Pada akhir rangkaian kegiatan blended learning ini diberikan 3 proposal yang mendapatkan Seed Grant Award dari PKMK FK UGM. Kriteria penilaian adalah adanya kejelasan atas permasalahan, tujuan, kerangka konseptual, metode, dan acuan yang digunakan. Kriteria berikutnya adalah kontribusi terhadap kebijakan dan program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia atau di daerah penelitian. Dari hasil penilaian didapatkan tiga orang pemenang dengan judul proposal sebagai berikut : 1) Pemberdayaan Remaja melalui Karang Taruna: Analisis Kegiatan oleh oleh Sondang Ratnauli Sianturi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana program pemberdayaan karang taruna dalam menanggulangi masalah HIV/AIDS yang dilaksanakan di wilayah Jakarta Pusat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang peduli terhadap penanganan HIV/AIDS untuk menyusun strategi atau program terkait dengan pemuda. 2) Peran Bidan dalam Pengendalian HIV dan AIDS di Kota Denpasar ; Hambatan dan Pencapaiannya oleh Ni Komang Yuni Rahyani. Penelitan yang akan dilakukan oleh Ni Komang bertujuan untuk menggali upaya-upaya yang dilakukan oleh bidan dalam KTS serta hambatannya menggunakan analisis SWOT. Manfaat dari studi ini memberikan gambaran hasil dari upaya KTS terhadap penemuan kasus baru sehingga penatalaksanaan lebih cepat. Selain itu diperoleh pula gambaran mengenai hambatan utama dalam upaya meningkatkan cakupan KTS secara nyata karena analisis data menggunakan analisis SWOT, sehingga diketahui akar masalahnya dan 3) Writing Competition Inspiring Story about HIV / AIDS oleh Dito Anurogo. Rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh Dito Anurogo adalah menyelenggarakan kompetisi menulis untuk menampung kisah-kisah inspiratif mengangkat cerita-cerita yang dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi pembacanya. Hasil akhir yang diharapkan adalah menjadi salah satu alat untuk advokasi kepada para penentu kebijakan dalam pengambilan keputusan terkait HIV/AIDS.
Pada acara penutupan ini penanggung jawab kegiatan penelitian AIDS PKMK-FK UGM bapak Ignasius Praptoraharjo mengajak para peserta untuk aktif berbagi pengetahuan, informasi, hasil-hasil penelitian melalui website kebijakanaidsindoneseia.net. Sedangkan Bapak Mubasysir Hasan Basri mewakili reviewer proposal menyampaikan bahwa semua ide-ide proposal yang sudah dibuat dapat dikembangkan sehingga menjadi satu karya yang bermanfaat terkait dengan penanggulangan AIDS, melalui opini, editorial atau dalam bentuk karya ilmiah lainya. Pada kesempatan ini juga, perwakilan peserta, Esthi Susanti menyampaikan beberapa manfaat yang didapat dari kegiatan ini antara lain membuka wawasan tentang kebijakan dan juga tentang sistem kesehatan, yang dapat didapat melalui pembelajaran online.