Pertemuan Pemangku Kepentingan HIV dan AIDS

FAST TRACK 90-90-90:

Peran Monitoring dan Evaluasi Dalam Penanggulangan HIV dan AIDS

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM

Bekerjasama dengan

Pokja Monev Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Istimewa Yogyakarta

Latar Belakang

Strategi Fast Track: End AIDS by 2030 oleh UNAIDS mewacanakan bahwa epidemi AIDSakan berakhirpada tahun 2030.Dengan target tersebut, diharapkan AIDStidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat karenapenyebaran HIV dapatdikendalikan serta dampak HIV dalam kehidupan masyarakat dapat dikurangi dandiatasi. Dengan demikian, harapan hidup dan produktivitas ODHA meningkat,serta biaya yang dikeluarkan karena dampak HIV pun dapat dikurangi. Dalam konteks Indonesia, bentuk respon dari strategi Fast Track yang dikembangkan oleh UNAIDS tersebut, salah satunya melalui program Fast Track Jakarta City ending AIDS epidemic 2020.Kementerian Kesehatan juga telah menyusun road map (peta jalan) agar upaya penanggulangan HIV dan AIDS kedepan dapat berjalan dengan baik melalui perluasan akses untuk tes, pengobatan ARV dan monitoring keberhasilan pengobatan.Peta jalan ini merupakan upaya percepatan menuju getting to zero tahun 2030 melalui inisiatif yang dikenal sebagai 90-90-90 atau fast track program.Beberapa target capaian yang telah disusun dalam peta jalan tersebut yaitu, tahun 2016 percepatan pelaksanaan skrining HIV dan sifilis pada ibu hamil; tahun 2019 ditargetkan 90% populasi kunci mengetahui status infeksinya, seluruh bayi yang lahir dari ibu HIV positif dilakukan pemeriksaan EID (Early Infant Diagnostic Test); tahun 2020 ditargetkan eliminasi HIV, sifilis dan hepatitis pada bayi (tripel eliminasi), sehingga pada tahun 2027 ditargetkandapat tercapai 90% populasi kunci mengetahui statusnya, 90% ODHA tetap minum ARV, dan 90% ODHA tersupresi jumlah virus HIVnya. Pada tahun 2030 diharapkan tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian karena HIV-AIDS dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHA di Indonesia. 

Terkait dengan penjabaran di atas, menarik untuk didiskusikan bagaimana peran monitoring dan evaluasi (monev) untuk mendukung pencapaian Fast Track 90 90 90. Terlebih lagi banyak terdapat model monev yang telah dikembangkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam penanggulangan HIV dan AIDS selama ini, sehingga perlu kiranya untuk memikirkan suatu model monev yang memungkinkan mengakomodir model-model monev dalam penanggulangan HIV dan AIDS yang bervariasi tersebut. Untuk itu, dalam rangka memperingati HAS (Hari AIDS Sedunia) 2015, PKMK FK UGM bekerjasama dengan Pokja Monitoring dan Evaluasi Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan pertemuan para pemangku kepentingan AIDS di DIY dengan  tema Fast Track 90 90 90 : Peran Monitoring dan Evaluasi Dalam Penanggulangan HIV dan AIDS.

 

Tujuan

  1. Melihat peran strategis monev untuk mencapai Fast Track 90 90 90.
  2. Mendiskusikan tantangan dan hambatan pelaksanaan monev selama ini untuk pembelajaran dan perbaikan di masa mendatang.
  3. Membangun komitmen dari para pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan monev yang inklusif.

 

Waktu dan Tempat

Waktu             : Kamis, 17  Desember 2015

Jam                  :  09.30 – 12.30 WIB

Tempat            :  Aula Kantor Dinas Pariwisata DIY, Gedung Kepatihan Malioboro Yogyakarta

 

Agenda

No. Waktu Kegiatan PIC / Pembicara
1 09.00 – 09.30 Registrasi Panitia
2 09.30 – 09.45 Pembukaan dan sambutan Sekretaris KPA DIY
3 09.45 – 10.15

Keynote speech :

Strategi monev untuk mencapai Fast Track 90 90 90

KPAN
4 10.15-10.45 Upaya untuk mengurangi cascade pencegahan dan perawatan dalam penanggulangan HIV dan AIDS Dinkes  Provinsi
5 10.45-11.15 Tantangan dan hambatan untuk mengurangi kesenjangan dalam upaya pencegahan ke perawatan (linkage to care) LSM Vesta
6 11.15-11.45 Lesson learned Pokja Monev KPA DIY (Kasus : cascade ARV) Pokja Monev
7 11.45 – 12.15 Kesenjangan dalam pengelolaan Informasi Strategis dalam Penanggulangan HIV dan AIDS PKMK FK UGM
8   Penutupan KPA DIY

 

 

Peserta

Pertemuan ini dihadiri oleh SKPD Pemda DIY, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, peneliti AIDS, pemerhatidan pegiat AIDS, Komunitas Dukungan Sebaya, Komisi Penanggulangan AIDS Kota/Kabupaten dan Dinas terkait dengan upaya penanggulangan AIDS.

 

Penyelenggara

Pertemuan  ini diselenggarakan oleh Pokja Monitoring dan Evaluasi KPA DIY bekerjasama dengan Tim Kebijakan HIV dan AIDS Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

 

Live Streaming