matawanita.com Rabu, 8 Oktober 2014

Ilustrasi | GoogleMataWanita.com - Sejumlah ilmuwan mengatakan pandemi AIDS pertama kali muncul tahun 1920-an di kota Kinshasa, yang sekarang menjadi Republik Demokratik Kongo.

Para ilmuwan yang tergabung dalam sebuah tim internasional mengatakan adanya "gempuran" pertumbuhan penduduk, seks dan kemajuan transportasi berupa rel kereta api memungkinkan virus HIV menyebar.
 
Teori arkeologi penyakit menular digunakan untuk menemukan asal muasal pandemi, lapor tim dalam jurnal Science.
Mereka menggunakan beberapa sampel arsip kode genetik HIV untuk melacak sumbernya, dengan bukti yang menunjuk ke era 1920-an di kota Kinshasa.

inilah.com Rabu, 8 Oktober 2014

Ilustrasi | Oleh:Budiyanto inilahcomINILAHCOM, Sukabumi -Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi terus gencar memerangi penyebaran HIV. Kali ini KPA menggelarPeer Educator Ustadz Peduli AIDS di Resort Pangrango, Jalan Selabintana Kecamatan/Kabupaten Sukabumi.

"Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS ini harus dilakukan bersama-sama oleh kita semua. Bukan hanya oleh pemerintah atau KPA saja," kata Ketua KPA Kabupaten Sukabumi, Sukmawijaya kepada INILAHCOM usai membuka kegiatan, Rabu (8/10/2014).

Liputan6, 13 September 2014

Ilustrasi Sby (Liputan6.com/Johan Fatzry)Liputan6.com, Denpasar Perumusan poin-poin Post Millenium Development Goals (Post-MDGs) sudah rampung. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menjadi 1 dari 3 penyusun poin-poin Post-MDGs untuk menindaklanjuti MDGs yang akan berakhir pada tahun 2015.

"Sudah disusun post-MDGs, 3 orang dipilih di dunia. Di antaranya Presiden SBY, Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf," terang Menteri Kesehatan Prof Ali Gufhron Mukti di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Sabtu (13/9/2014).

Ia menuturkan, mereka sudah merampungkan agenda Post-MDGs. Penyusunan terakhir dilakukan di Bali. Poin-poin itu selanjutnya akan dibawa ke PBB di New York.

Leadership, 13 September 2014

IlustrationHIV/AIDS is "now fast on the decline in Zamfara state", the Commissioner of Information, Alhaji Ibrahim Birnin-Magaji has disclosed.

The commissioner made the declaration in Gusau on Friday while speaking in an interview with the News Agency of Nigeria (NAN).

He said this was as a result of awareness campaigns embarked upon by the state government.

"We carried out these campaigns at any given opportunity including public functions, schools, motor parks, radio and television drama and jingles."

He said the effort had impacted significantly on the public in the state as the prevalence rate had dropped from 2.1 in 2012 to 0.4 in 2013.

Supported by

AusAID