Kedaulatan Rakyat, 11 September 2014
TEMANGGUNG (KRjogja.com) - Komisi Penanggulangan Aids Jawa Tengah mencatat temuan kasus HIV dan Aids di provinsi tersebut dari 1993 sampai Juni 2014 mencapai 9.393 orang. Kasus temuan itu terinci, temuan HIV 5.087 kasus, Aids 4.306 kasus dan 978 diantaranya meninggal dunia.
" Temuan 9.393 kasus baru tercapai 52,20 persen dari estimasi KPA Nasional untuk Jawa Tengah, yang pada 2012 diperkirakan ada 17.993 warga terpapar HIV dan AIDS," kata Dr Paulus dari KPA Jawa Tengah, usai rapat koordinasi di Temanggung, Kamis (11/9).
Solo Pos, 11 September 2014
Kanalsemarang.com, TEMANGGUNG – Temuan kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah, sejak 1993 hingga Juni 2014, tercatat 9.393 kasus, kata Paulus dari Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Tengah.
"Kasus tersebut terdiri atas HIV 5.087 kasus, AIDS 4.306 kasus, dan 978 orang di antaranya meninggal dunia," katanya seperti dikutip Antara, Kamis (11/9/2014).
Menurut dia, temuan 9.393 kasus itu, baru mencapai 52,20% dari estimasi KPA Nasional untuk Jawa Tengah yang pada tahun 2012 terdapat 17.993 warga terpapar HIV/AIDS.
Ia menyebutkan kasus tertinggi HIV/AIDS di Jawa Tengah, yakni Kota Semarang mencapai 1.453 kasus, kemudian Kota Surakarta 636 kasus, Banyumas 584 kasus, Pati 510 kasus dan paling kecil Rembang 180 kasus.
Kompas, 10 September 2014
KENDAL, KOMPAS.com — Hati-hati bagi Anda para lelaki hidung belang yang sudah beristri. Sebab, apabila ketahuan melacur oleh istrinya, seorang suami bisa dilaporkan ke polisi dengan tuduhan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Seperti yang dikatakan oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sri Purnama Rahayu, Rabu (10/9/2014), di sela-sela acara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-52 GOW di Gedung Juang 45, Kendal.
Sri Purnama menjelaskan, melacur bisa menyebabkan sang istri, secara psikis, terganggu. Di samping itu, sang istri juga bisa tertular penyakit. "Seorang istri akan tertekan hatinya bila mengetahui suaminya melacur. Ini bisa mengganggu kesehatannya," kata Sri Purnama.
Sindo News, 10 September 2014
SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat, pasca penutupan lokalisasi Dolly, pada 18 Juni hingga kini, jumlah perempuan yang mengidap HIV/AIDS mencapai 50 orang.
"Para perempuan itu hasil tangkapan dari razia yang rutin digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya," kata Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita, kepada wartawan, Rabu (10/9/2014).
Ditambahkan dia, selama razia, Satpol PP selalu melibatkan tim dari dinkes. Ketika Satpol PP berhasil menjaring perempuan yang diduga berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), tim dari dinkes akan melakukan pemeriksaan dan tes HIV.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia