Standart Digital, 31 August 2014
Nairobi, Kenya: The new Sh1.7 trillion plan to rid the country of HIV is partially pegged on a controversial daily prevention pill that has been described as a health disaster.
The plan, launched by Health Cabinet Secretary James Macharia, will put commercial sex workers, prisoners, drug injectors and homosexuals on the drug, Truvada, manufactured by Glead Sciences of the US.
The Los Angeles-based Aids Healthcare Foundation has written to the World Health Organisation and the US Centres for Disease Control and Prevention warning against the widespread use of Truvada in HIV prevention.
EWN, 31 August 2014
Scientific evidence has found medical male circumcision could dramatically lower the risk of HIV/AIDS.
CAPE TOWN – The city's Health Department says it's increasing efforts to promote the roll-out of safe adult male circumcision, both medically and traditionally.
Scientific evidence has found medical male circumcision could dramatically lower the risk of HIV/AIDS transmission because the skin that is removed contains more cells to which HIV easily attaches.
Health Mayoral Committee Member Benedicta van Minnen says authorities have also started engaging with traditional circumcision practitioners in an attempt to strike a balance between the importance of the annual initiation season and the safety and well-being of initiates.
Antara News, 31 Agustus 2014
Timika (ANTARA News) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Mimika, Papua, mengumumkan angka komulatif penderita infeksi virus/sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV-AIDS) di wilayah itu sampai pertengahan 2014 mencapai 3.900 kasus.
Sekretaris KPA Mimika, Reynold Ubra, di Timika, Minggu, mengatakan bahwa kasus HIV-AIDS di Mimika merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi Papua setelah Kabupaten Wamena dengan jumlah 5.000 kasus dan Kabupaten Nabire dengan jumlah 4.000 kasus.
Kasus HIV-AIDS di Mimika pertama kali ditemukan pada 1996 pada dua wanita pekerja seks (WPS) di lokalisasi Kilometer 10 (KM10) Kampung Kadun Jaya.
Timlo, 31 Agustus 2014
Sukoharjo – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukoharjo gencar melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS. Berbagai tempat dinilai rawan seperti mall dan tempat hiburan malam menjadi sasaran utama sosialisasi.
Sekretaris KPA Sukoharjo, Suryono mengatakan, sosialisasi terus dilakukan dan intensitasnya terus dinaikkan dengan menyasar tempat-tempat dinilai rawan. Di antaranya tempat hiburan malam, karaoke, café dan pusat keramaian lainnya.
"Banyak tempat yang kami anggap rawan, seperti di mall dengan sasaran tempat hiburan malam, karaoke, café dan pengunjung mall, sehingga kami fokuskan melakukan sosialisasi di tempat-tempat tersebut," ungkapnya, Minggu (31/8).
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia