Science20, 22 April 2014
Do we spend too much on HIV/AIDS research?
I ask this question, but do not plan to give an answer. It is an open-ended question of mine because,as a biomedical scientist, I am trying to understand the philosophy of how government decides to spend money.
Most biomedical scientists receive funding from the National Institutes of Health(NIH). For 2014, the government wants to allocate 2,722 million dollars for HIV/AIDS research. Based on the number of people living withHIV/AIDS, the government plans to spend ~$2500 dollars per person per year in2014.
RiauTerkini, 22 April 2014
Riauterkini-TEMBILAHAN-Sampai akhir November tahun 2013 lalu, telah ditemukan 77 kasus HIV/ AIDS di Indragiri Hilir.
Kasus kematian akibat AIDS di Indonesia diperkirakan mencapai 5.500 jiwa. Epidemi tersebut terutama terkonsentrasi dikalangan pengguna obat terlarang melalui jarum suntik dan pasangan intimnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim TP PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan saat membuka kegiatan sosialisasi penyakit HIV/AIDS dan penyakit sosial lainnya yang dilaksanakan di Aula Grand Hotel Tembilahan Jalan b Batang Tuaka Tembilahan.
PontianakPost, 21 April 2014
SAMBAS – Secara kumulatif dari tahun 2000 hingga Oktober 2013, terdata 235 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sambas. Penularan penyakit ini didominasi kontak heterekseksual. Dari segmen pekerjaan, kategori wiraswasta terdata hingga 140 kasus, ibu rumah tangga (57 kasus), karyawan (13 kasus), dan penjaja seks, 25 kasus.
"Di mana cara penularannya diakibatkan paparan suami yang sebelumnya sudah terjangkit HIV/AIDS.," ungkap Eka, pengelola Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sambas kepada koran ini.Diakuinya, untuk segmen pekerja ini, para wiraswatalah yang membawa penyakit ini ke lingkup rumah tangga. "Ada suami-suami mereka si pembawa virus, sementara istri selaku rumah tangga tak tahu menahu. Dan terjangkitinya ibu rumah tangga melalui hubungan seksual," jelasnya.
OkeZone, 21 April 2014
PERMASALAHAN mengenai HIV/AIDS dari dulu hingga sampai saat ini tak kunjung usai. Bahkan, meningkatnya jumlah ibu-ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV membuat Menteri Kesehatan, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H. semakin ketar-ketir.
"Ternyata oleh karena jumlah laki-laki yang membeli seks bertambah banyak atau prevalensinya naik 7 kali lipat dari 0,1 jadi 0,7 persen pada 2007 hingga 2012, maka otomatis ibu-ibu rumah tangga yang terinfeksi semakin banyak. Jadi, saat ini saya baru dilaporkan jumlah penderita anak yang harus mendapatkan ARV (Antiretroviral) sudah 1.664," jelas Menkes pada Peringatan HUT ke-53 RSUP Fatmawati di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin, 21 April 2014.
Lebih lanjut, Menkes mengatakan bahwa jumlah ibu-ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV semakin bertambah karena perilaku laki-laki yang pergi keluyuran ke tempat pelacuran dan tidak menggunakan kondom, terutama kondom konsisten. Namun, di satu sisi penggunaan kondom terakhir sudah lumayan ada peningkatan sebesar 60 persen. Meski begitu, masalah HIV ternyata masih membuat Menkes merasa ketar-ketir.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia