Sebuah gerakan dan advokasi kepada Presiden Jokowi dari sejumlah Akademisi, Intelektual dan praktisi di bidang Kesehatan Masyarakat dan Hak Asasi Manusia dalam rangka mengatasi kekerasan dan kerusakan serius yang disebabkan oleh obat untuk individu dan masyarakat melalui penyampaian Surat Terbuka di Jurnal Kesehatan Internasional Lancet.
Pemerintah Indonesia, dibawah Presiden Joko Widodo, telah berkomitmen untuk membuat kebijakan yang berbasis bukti. Masyarakat kesehatan Indonesia menyambut komitmen dari pemerintah untuk kemajuan derajat kesehatan. Akan tetapi, para peneliti, ilmuwan dan praktisi, berpendapat dan merasakan keprihatinan serius bahwa pemerintah telah kehilangan kesempatan untuk merespon secara efektif terkait obat-obat terlarang dengan menggunakan bukti-bukti yang ilmiah dan sahih.
Sebuah kajian khusus sifat dan tingkat penggunaan narkotika di Indonesia mengungkapkan kesenjangan besar dalam pengetahuan dan kelangkaan bukti untuk mendukung upaya rehabilitasi paksa dan hukuman, suatu penegakan hukum sebagai pendekatan yang disukai oleh pemerintah yang lebih mencerminkan kepentingan politik daripada kebijakan yang memihak pada kepentingan kesehatan masyarakat luas.
-
Evidence-informed Response to Illicit Drugs in Indonesia
Created: Selasa, 09 Jun 2015 12:38 | Size: 170.87 KB | Downloads: 966







