0
0
0
s2smodern
Oleh : M. Suharni

Teknik Delphi dapat digunakan dalam proses penyusunan  kebijakan dan progam penanggulangan HIV dan AIDS  yang melibatkan banyak aktor dengan beragam keahlian dan kepentingan. Teknik Delphi   bukan hal yang baru, namun dianggap masih tetap relevan dan banyak digunakan untuk mencari konsensus terhadap suatu isu kebijakan.   Tulisan ini akan menyajikan bagaimana teknik Delphi jika kita ingin membuat satu keputusan untuk salah satu aspek upaya penanggulangan HIV dan AIDS, seperti aspek pencegahan HIV dan AIDS  di Puskesmas.   Dasar tulisan ini adalah tulisan  Rayen, M dan Hann, J.E. (2000) Building Consensus Using the Policy Delphi Method dan tulisan Chia-Chien Hsu (2007) The Delphi Technique: Making Sense Of Consensus.  Selain itu, tulisan ini berdasarkan serangkaian pertemuan yang dilakukan oleh para peneliti dan konsultan PKMK- FK UGM dalam Pengembangan Model Pencegahan Melalui Transmisi Seksual di Tingkat Pelayanan Primer Puskesmas dan Jejaringnya. 

Teknik Delphi dan Prosesnya

Teknik Delphi dilakukan dalam upaya memperoleh pandangan atau pendapat  yang  terkuat untuk mencari solusi potensial terhadap persoalan pokok satu kebijakan dari para ahli terhadap satu permasalahan yang sama[1]. Proses Delphi menekankan serangkaian  iterasi (pengulangan) dalam pengumpulan informasi untuk mendapatkan umpan balik dari para peserta Delphi. Turoff, M  (1970) menyebutkan ada enam phase yang dilakukan dalam proses Delphi policy, yaitu; (1) Formulasi isu  (Formulation of the issues) yang akan dijadikan pokok bahasan delphi dan bagaimana isu tersebut di formulasikan (2) Menunjukkan berbagai pilihan (Exposing the options),  memberikan pilihan kebijakan  untuk penyelesaian isu yang  dibahas (3) Menentukan posisi awal terhadap isu (Determining initial positions on the issues).   Posisi mana yang akan disetujui oleh para peserta serta posisi mana yang paling tidak disetujui oleh para peserta (4) Mengexplorasi dan mencari alasan-alasan ketidaksetujuan (Exploring and obtaining the reasons for disagreements). Apa asumsinya, pendapat, atau fakta yang mendukung  ketidaksetujuan  (5) Mengevaluasi  alasan yang diberikan (Evaluating the underlying reasons).  Bagaimana para peserta memberikan alasan  untuk mempertahankan pendapatnya  dan bagaimana mereka membandingkannya dengan pendapat yang lain (6) Mengevaluasi kembali pilihan (Reevaluating the options).  Mengevaluasi kembali pendapat  berdasarkan bukti dan relevansi penilaian dengan posisi yang diambil. 

Alat untuk pengumpulan data berupa kuesioner yang berisi serangkaian pernyataan dalam kategori; Reliability, Desirability, dan Feasibility. Pilihan jawaban dari pernyataan untuk masing-masing kategori bisa  diurutkan mulai dari sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju. Urutan persetujuan terhadap pernyataan sepenuhnya wewenang peneliti, hanya saja perlu penjelasan agar para peserta memahaminya.   Secara teknis instrumen Delphi dalam bentuk kuesioner dibagi dalam 4 Blok. Blok pertama berisi identitas responden. Identitas ini disesuaikan dengan keperluan pengumpulan data, seperti; nama, umur, pendidikan, jenis kelamin, jabatan/posisi di lembaga saat ini, bidang keahlian dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Blok ke II adalah pernyatan yang berisi reliability yakni sekumpulan pernyataan yang menyatakan keyakinan peserta terhadap kebenaran pernyataan tersebut. Blok III berisi pernyataan desirability adalah sekumpulan pernyataan yang meminta pendapat tentang seberapa prioritas atau penting pernyataan yang dibuat.  Blok ke IV berupa pernyataan feasibility adalah seberapa mungkin pernyataan yang dibuat dapat dilaksanakan. Contohnya pernyataan reliability dalam pengadaan kondom dalam program  PMTS adalah : Pengadaan dan distribusi kondom untuk populasi kunci masih dikoordinir oleh KPAN. Pernyataan desirability misal; Dinas kesehatan menjamin distribusi kondom sampai ke populasi kunci dengan menggaji petugas lapangan sebagai tenaga pendidik kesehatan masyarakat sejenis jumantik yang ditempatkan di puskesmas. Sedangkan pernyataan feasibility, contohnya; Puskesmas mengadakan kondom dan lubrikan dari dana kapitasi JKN[2].

Analisa Delphi dan Beberapa Kelemahan Delphi

Analisa data yang dikumpulkan lewat peroses Delphi dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif menggunakan ukuran kecenderungan pokok seperti means, median, dan mode dan level of dispersion seperti standar deviasi dan inter quartile range untuk mempresentasikan informasi terkait dengan keputusan kolektif peserta delphi (Hasson, Keeney, & McKenna, 2000 dalam Chia-Chien Hsu, 2007). Selain itu, analisa kualitatif dibuat berdasarkan tema dari isu dalam masing-masing blok. Penjelasan kualitatif digunakan untuk mempertajam penjelasan terhadap perhitungan kuantitatif dari pendapat peserta atas  pernyataan yang ada dalam kuesioner.  Selain itu, analisa kualitatif dapat juga digunakan untuk memberikan gambaran konteks dalam proses Delphi. 

Sebagai sebuah teknik pengumpulan data maka Delphi mempunyai beberapa kelemahan, seperti prosesnya panjang dan membutuhkan waktu yang lama, serta kemungkinan bias pendapat dari peneliti karena peneliti sudah membuat pernyataan yang akan disetujui oleh peserta (molding opinion). Selain itu ada kemungkinan kesenjangan pemahaman antara panelis Delphi tentang sesuatu isu, karena ada panelis yang sangat mengetahui dan  ada juga panelis hanya mengetahui secara umum saja. 

Teknik delphi bisa dilakukan dalam upaya pencapaian konsensus persoalan kebijakan kesehatan dan kebijakan terkait HIV dan AIDS khususnya. Namun, dalam pelaksanaannya beberapa kelemahan Delphi perlu diatasi agar hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuannya. Salah satu upaya untuk mengatasi kelemahan delhpi adalah melakukan serangkaian uji coba terhadap instrumen yang dibuat agar pada pelaksanaannya pernyataan dalam instrumen  dipahami pesert dan tidak bias opini peneliti.

Referensi

Hsu & Sandford,2007. Delphi Technique Practical Assessment, Research & Evaluation, Vol 12, No 10 6

Rayens, K., M &  Hahn, J., E. 2000.  Building Consensus Using the Policy Delphi Method.  In Policy, Politics, & Nursing Practice Vol. 1 No. 4, November 2000, 308-315 © 2000 Sage Publications, Inc.

Turoff, M.  "The Design of a Policy Delphi," Technological Forecasting and Social Change 2, No. 2 (1970).


[1] Murray Turoff, "The Design of a Policy Delphi," Technological Forecasting and Social Change 2, No. 2 (1970).
[2] Pernyataan ini diambil dari instrument Delphi  dalam  Survei Delphi Pengembangan Model Pencegahan Melalui Transmisi Seksual di Tingkat Pelayanan Primer Puskesmas dan Jejaringnya yang dikembangkan oleh PKMK-FK UGM, 2016. 
0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID