Oleh Leickness C. Simbayi, Anna Strebel, Allanise Cloete, Nomvo Henda, and Ayanda Mqeketo

Abstrak

IlustrasiStigma AIDS mempengaruhhi pencegahan HIV, diagnosa dan perawatan dan terinternalisasi oleh ODHA. Akan tetapi,  efek dari stigma AIDS yang terinternalisasi belum dikaji di Afrika, dimana dua per tiga lebih dari 40 juta orang yang hidup dengan HIV dan AIDS di dunia.  Kajian terkini meneliti prevalensi pengalaman diskriminasi  dan internalisasi stigma diantara  420 laki-laki yang positif HIV dan 643 perempuan yang positif HIV direkrut dari layanan AIDS di Cape Town, Afrika Selatan. Survey anomin menemukan bahwa 40 % orang dengan HIV dan AIDS mengalami diskriminasi karena terinfeksi HIV dan satu dari lima orang kehilangan tempat tinggal atau pekerjaan karena status HIV. Lebih dari satu diantara tiga partisipan menunjukkan perasaan kotor, malu, atau bersalah karena status HIV mereka.  Sebuah model regresi hierarki yang melibatkan karakter demografis, kesehatan dan status pengobatan, dukungan sosial dan penggunaan subtansi dan internalisasi stigma secara signifikan memprediksi depresi afeksi dan kognitif.

Internalisasi stigma terhitung 4.8 % dari varian pada penilaian depresi kognisi dan afeksi melebihi variabel lain.  Hasil tersebut menunjukkan  kebutuhan penting untuk pembaruan sosial guna mengurangi stigma AIDS dan disain intervensi untuk membantu orang yang hidup dengan HIV dan AIDS untuk menyesuaikan dan mengadaptasi kondisi sosial AIDS di Afrika Selatan.

Kata Kunci: internalisasi stigma, AIDS, mengatasi, Afrika Selatan, Diskriminasi, Depresi.

 

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID