Neil Spicer1*, Julia Aleshkina2, Regien Biesma3, Ruairi Brugha3, Carlos Caceres4, Baltazar Chilundo5, Ketevan Chkhatarashvili6, Andrew Harmer1, Pierre Miege7, Gulgun Murzalieva2, Phillimon Ndubani8, Natia Rukhadze6, Tetyana Semigina9, Aisling Walsh3, Gill Walt1, Xiulan Zhang7
Latar Belakang : Respon yang terkoordinasi untuk HIV/AIDS masih menjadi salah satu 'tantangan besar' yang dihadapi para pembuat kebijakan saat ini. Inisiatif kesehatan global (GHIs)memiliki potensi baik untuk memfasilitasi maupun memperburuk koordinasi di tingkat nasional dan subnasional. Bukti efek GHIs pada koordinasi mulai muncul, tetapi sampai sekarang terbatas pada studi tunggal negara dan kajian secara umum saja. Sampai saat ini, tidak ada penelitian yang memberikan sintesis yang fokus pada efek GHIs pada sistem kesehatan nasional dan subnasional di beberapa negara. Untuk mengatasi kekurangan ini, kami meninjau data primer dari tujuh studi negara tentang efek dari tiga GHIs pada koordinasi program HIV/AIDS: Dana Global (Global Fund) untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis dan Malaria, Rencana Darurat Presiden untuk AIDS Relief (the President’s Emergency Plan for AIDS Relief/PEPFAR), dan program HIV / AIDS Bank Dunia termasuk multi-negara program AIDS (Multi-country AIDS Programme/MAP)
Metode: Wawancara mendalam dilakukan pada tingkat nasional dan subnasional (masing-masing 179 dan 218) ditujuh negara di Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Selatan, antara tahun 2006 dan 2008. Studi mengkaji perkembangan dan fungsi dari struktur koordinasi HIV di tingkat nasional dan subnasional, dan sejauh mana upaya koordinasi sekitar HIV/AIDS sejalan dengan penguatan sistem kesehatan nasional suatu negara.
Hasil: Efek positif dari GHIs termasuk menciptakan kesempatan keterlibatan multisektoral, komitmen politik yang lebih besar dan meningkatkan transparansi di antara mitra. Namun, kualitas partisipasi masih terbatas, dan beberapa GHIs mekanisme koordinasinya di lewati, terutama di tingkat subnasional, sehingga melemahkan efektivitas mereka.
Kesimpulan: Kajian ini mengidentifikasi hambatan residual ditingkat nasional dan subnasional sampai pada koordinasi yang efektif efektif dan optimalisasi penggunaan dana GHIs, dimana GHIs , donor lain serta negara mitra perlu ditangani secara kolektif.
Selengkapnya: https://globalizationandhealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1744-8603-6-3







