Penulis: Tim Universitas Indonesia(1) Zaki Dinul, (2) Kurnia Sari, (3) Mardiati Nadjib
Tulisan ini merupakan Reportase tim PKMK saat penyelenggaraan Konferensi Nasional InaHEA. Sebagai penyaji presentasi adalah Zaki Dinul.
PKMK – HIV/ AIDS merupakan salah satu permasalahan kesehatan dunia yang membutuhkan biaya pengobatan mahal. Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) cenderung mengeluarkan biaya sendiri yang cukup besar termasuk pelayanan rawat jalan. Semakin lama pengobatan yang dilakukan justru makin meningkatkan OOP HIV/ AIDS. Berdasarkan data UNAIDS tahun 2013, Zaki menyatakan bahwa ada 610.000 kasus di Indonesia bahkan 1.005-nya terjadi di Jakarta Timur.
Penelitian analitik deskriptif secara restrospektif dengan desain studi potong lintang ini menggunakan sampel pasien rawat jalan secara acak guna mengkaji lebih dalam mengenai OOP pasien HIV/ AIDS. Studi menjelaskan bahwa pengeluaran pengobatan pasien HIV/ AIDS sebesar Rp 127.868.686 dengan komponen 42,2% biaya jasa; 40,5% obat-obatan; 4,5% biaya administrasi; dan 13,7% biaya lab. Rata-rata biaya sekali kunjungan Rp 100.763,- dan dalam setahun mencapai Rp 887.976 untuk 8 kali kunjungan.
Cara pembayaran merupakan faktor paling signifikan terhadap OOP setelah kontrol dari status pasien, jumlah infeksi oportunistik, dan jumlah kunjungan. Pada umumnya 72,2% terjadi pada pasien umur 30-39 tahun dan 74,3% berjenis kelamin laki-laki. Oleh karena itu, Pemerintah diharapkan dapat menjamin biaya kesehatan pasien HIV/ AIDS untuk mendapatkan pengobatan agar terhindar dari kerugian ekonomi yang memungkinkan berdampak pada upaya penanganan penyakit.
-
Out of Pocket Pasien HIV-AIDS Rawat Jalan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta Tahun 2012 (Presentasi InaHEA)
Created: Selasa, 11 Februari 2014 02:03 | Size: 726.71 KB | Downloads: 1,256







