Jumat, 02 Januari 2015

IlustrasiLAHAT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat bergerilya mendeteksi keberadaan penderita penyakit HIV/AIDS. Meski sampai saat ini belum ditemukan positif AIDS di Lahat, bukan tidak mungkin penyakit yang disebabkan human immunodeficiency virus masuk ke wilayah Kabupaten Lahat. Apalagi beberapa tempat di Kabupaten Lahat dikhawatirkan dapat menjadi lokasi penularan.
 
Kepala Dinkes Lahat dr H Rasyidi Amri mengaku, sepanjang tahun 2014, petugasnya terus mengawasi beberapa lokasi, seperti tempat hiburan malam dan lembaga pemasyarakatan (lapas), termasuk memeriksa penghuninya. Namun, belum satu pun kasus ditemukan. 
 
“Masih aman. Tes darah penghuni lapas dan kafe sudah dilakukan, hasilnya negatif,” katanya, Jumat (2/1).
 
Hanya saja, mantan Kepala Dinkes Kota Pagaralam ini mengungkapkan, mereka tidak hanya berdiam diri, walau tidak ditemukan kasus.  Maklum, Kabupaten Lahat merupakan lokasi persinggahan dari berbagai daerah, hingga sangat memungkinkan penyakit yang belum ditemukan obatnya ini masuk.
 
“Tentu saja petugas kami terus bergerak memantau. Masyakat juga harus respon bila ada indikasi di sekitar mereka,” ujarnya.
 
Rasyidi tidak menampik bila sepanjang tahun 2014, banyak ditemukan penyakit kelamin yang diderita masyarakat. Namun, penyakit kelamin yang berhasil dideteksi itu masih dalam kelompok penyakit kelamin biasa. “Ada penyakit kelamin biasa, sosialisasi AIDS akan terus kami lakukan. Jangan sampai kecolongan,” bebernya.
 
Meski belum ditemukan penderita AIDS di Kabupaten Lahat, tetap saja penyakit ini memberikan momok menakutkan kepada masyarakat. Sebab, penyakit ini sebagian besar kerap ditularkan melalui hubungan seksual. “Pasti kalo khawatir, apo lagi di Lahat ini banyak kafe (tempat hiburan malam, red),” ujar Azuna (56), warga Kelurahan Gunung Gajah, Kota Lahat.(Irw)
 
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID