Samarinda Pos | Rabu, 25 Februari 2015
TANJUNG REDEB. Tahun 2014, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau, menemukan sejumlah kantong darah dari pendonor yang ternyata positif mengandung virus HIV. Temuan tersebut setelah PMI melakukan uji terhadap seluruh darah yang diterima melalui serangkaian tes. Selain kantong darah berisi HIV, PMI juga menemukan puluhan kantong darah yang mengandung penyakit seperti hepatitis B dan C, serta sifilis.
Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Berau, dr Halijah Yasin menyebutkan, pihaknya seperti biasa lebih dulu melakukan tes terhadap semua darah yang masuk untuk memastikan darah-darah itu steril dari penyakit tertentu yang biasa menular melalui darah dan memastikan aman bagi penerima.
Ditemukan sebanyak 4 kantong darah yang terinfeksi HIV, puluhan kantong yang terinfeksi hepatitis B dan C serta puluhan lainnya mengandung bakteri penyebab penyakit kelamin sifilis. Menurutnya, temuan tersebut merupakan temuan yang umum didapatkan setiap tahun dari rangkaian tes yang dilakukan sebagai protap sesuai instruksi pusat. “Kita memang selalu melakukan uji saring namanya untuk memeriksa semua darah yang kami dapatkan dari pendonor, melalui mekanisme seperti instruksi pusat, jadi darah yang bakal kami tangani,” jelasnya, Selasa (24/2).
Deteksi menggunakan alat tes pack oncoprobe, menemukan 4 kantong darah yang positif. Namun, temuan tersebut tidak langsung diterima melainkan ditindak lanjuti dengan mengirim sample darah ke labolaturium milik PMI Samarinda yang memiliki alat deteksi lebih canggih.
Sejauh ini, diakuinya PMI Berau masih mengandalkan alat tes pack tersebut untuk mengetahui kualitas darah yang diterima sebelum diolah dan didistribusikan. Beberapa daerah di Kalimantan Timur sudah memiliki alat ini, sehingga terdeteksi awal saat donor berlangsung. “Setelah pasti kita tindak lanjuti dengan bekerjasama dengan pihak rumah sakit umum untuk memusnahkan semua darah itu pada alat incinerator, pengolah limbah yang dimiliki RS dr Abdul Rivai, jumlahnya ada puluhan baik yang mengandung HIV dan juga penyakit lainnya,”jelas Halijah lagi.
Selain itu, dengan temuan tersebut, juga menjadi petunjuk bagipihak terkait mengenai pengidap HIV yang ada. Sebab, setiap menerima donor darah baik perorangan mapun kelompok PMI selalu mencantumkan nama atau identitas pendonor. Sehingga pihaknya bisa berkoordinasi kepada dinas kesehatan dan lainnya untuk memberitahukan kepada yang bersangkutan mengenai perihal tersebut.
“Kita memang berkewajiban menyampaikan hal itu, tapi ada kode etiknya, kita tidak bisa publikasikan,”lanjutnya. Kepada masyarakat dirinya meminta untuk tidak khawatir dengan temuan-temuan ini, dan meyakinkan bahwa semua kantong darah yang didistribusikan oleh PMI aman dan steril. “Bagi masyarakat Berau yang ingin mendonorkan darahnya atau butuh tranfusi jangan ragu segera hubungi PMI, darah yang diberikan teramat sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan, juga darah yang nantinya akan disumbangkan terjamin karena telah diuji saring terhadap ebberapa penyakit menular termasuk HIV AIDS,” tandasnya. (rm-5/agi)
Sumber: http://www.sapos.co.id/berita/detail/Rubrik/15/50533







