PENGIBARAN BENDERA - Warga menyaksikan prosesi pengibaran bendera negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung GANI KURNIAWAN | 21 April 2015

JAKARTA, TRIBUN - Peringatan konferensi Asia Afrika ke-60 menjadi momentum pemerintahan di kedua kawasan untuk mengatasi masalah kesehatan.

Salah satu ancaman terbesar di negara miskin dan negara berkembang adalah hadirnya wabah atau epidemi penyakit yang melanda negara-negara ini.

Upaya pemerintah negara di Asia Afrika untuk memperkuat sektor kesehatan negaranya akan menjadi salah satu faktor yang memperkuat pembangunan perekonomian di negara tersebut demi mengupayakan kesejahteraan rakyatnya.

Sayangnya, upaya ini kerap kali mendapatkan tantangan dengan masih minimnya akses obat murah bagi negara-negara miskin dan berkembang di Asia Afrika.

“Daerah di Afrika masih berjuang melawan epidemi AIDS. Begitu juga dengan beberapa negara di Asia termasuk Indonesia," kata
Aditya Wardhana, Juru Bicara Koalisi Obat Murah (KOM) di Jakarta, Senin (20/4/2015).

Dikatakan Aditya yang bekerja di LSM Indonesia AIDS Coalition, salah satu kunci guna memenangkan perjuangan ini adalah ketersediaan obat ARV murah guna terapi HIV pada orang dengan HIV.

"Sayangnya, tidak semua negara di Asia Afrika punya akses terhadap obat ARV murah ini," katanya.

Di luar HIV, banyak penyakit yang masih menjadi penyebab kematian terbesar di negara-negara Asia dan Afrika namun sulit ditanggulangi dikarenakan mahalnya harga obat.

Penyakit seperti Kanker, Jantung, Diabetes, Hipertensi Paru, Hipertensi masih mengandalkan obat-obatan buatan negara barat dikarenakan sulitnya mendapatkan akses ke obat generik. Obat-obatan untuk penyakit ini sebenarnya tersedia versi generiknya yang diproduksi di India.

Sebenarnya Asia Afrika itu mempunyai modality yang besar jika kita kaitkan dengan akses obat murah. India adalah negara yang menjadi lumbung obat generik murah berkualitas bagi seluruh dunia.

Begitu pun China yang selama ini merupakan pemasok Active Pharmaceutical Ingredients / bahan aktif sebagai bahan baku obat bagi obat-obatan diseluruh dunia.

"Jika diperkuat kerjasama Asia Afrika dalam konteks penyediaan obat murah, kita pasti akan berhasil mencapai tujuan kita bersama ini," katanya.

Negara Asia Afrika juga perlu seirama dalam upaya menolak hak paten jika dirasa paten itu bisa membahayakan kepentingan kesehatan publik bagi negara-negara di Asia Afrika.

Beberapa perjanjian bebas yang sedang dinegosiasikan hendaknya diperhatikan secara teliti sehingga tidak menghambat akses negara-negara di Asia Afrika kepada obat murah.

Sudah saatnya Indonesia juga menunjukan kepemimpinannya., seperti ketika dulu menginisiasi lahirnya konferensi Asia Afrika, dengan menggandeng India serta China guna memperkuat solidaritas obat murah diantara negara Asia Afrika.

Semangat perayaan Konferensi Asia Afrika ini hendaknya menjadi sebuah tonggak baru perlawanan terhadap mahalnya harga obat dan timbulnya solidaritas antara negara-negara Asia Afrika untuk mengupayakan akses obat murah bagi negara di region.(*)

 

Sumber: http://jabar.tribunnews.com/2015/04/21/asia-afrika-ajang-solidaritas-pencarian-obat-murah

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID