Solo — Penderita penyakit TBC diminta untuk memeriksakan diri ke klinik Voluntary Conseling Test (VCT). Hal tersebut dilakukan guna mengetahui adanya kemungkinan penderita TBC mengidap HIV/AIDS.

Jika dikorelasikan secara langsung, kedua penyakit itu memang tidak berhubungan. Namun jika melihat fakta yang ada, sekitar 30 persen penderita TBC ternyata mengidap virus HIV/AIDS. “Pada tahun 2010-2011, kami tes 30 pasien TBC, 20 persen diantaranya mengidap HIV. Tahun selanjutnya kami tes lagi 100 pasien, hasilnya jadi 30 persen,” kata Kepala Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM), Sigit Priohutomo, Selasa (25/2).

Dari hasil tersebut, ia menyarankan agar penderita memeriksakan diri ke klinik VCT. Hanya, pihaknya tidak bisa memaksa semua pasien untuk memeriksakan diri. Sesuai dengan prosedur, pemeriksaan ke klinik VCT bersifat inisiatif dari pasien yang bersangkutan. “Kami hanya menyarankan saja,” ujarnya.

Dari jumlah penderita TBC yang juga mengidap HIV, diduga mereka mengidap TBC setelah terinfeksi HIV. Karena karakter virus HIV cenderung melemahkan kekebalan tubuh manusia, sehingga mereka rentan terjangkit TBC. Manakala virus TBC sudah menyerang, imunitas tubuh menjadi sangat lemah.

Sementara, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo, Tommy Prawoto mengungkapkan, dari kurun waktu 2005 hingga Januari 2014, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Solo mencapai 244 orang. Sepanjang bulan Januari saja, penderita HIV/AIDS baru, yang terdeteksi sejumlah 8 orang. “Untuk penderita baru yang tercatat selama Januari, tediri dari 2 orang mengidap HIV dan 6 orang sudah terinveksi AIDS,” jelasnya.

Sumber: Timlo

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID