TribunNews, 25 Februari 2014
TRIBUNNEWS.COM, PRABUMULIH - Setelah menjalani perawatan secara intensif di ruang khusus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih selama satu minggu, IG yang merupakan nara pidana Rutan Kelas IIB Prabumulih diduga mengindap penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), meninggal dunia.
IG yang mendapat perawatan dari tim khusus RSUD Prabumulih menghembuskan nafas terakhir pada Senin (24/2/2014) sekitar pukul 02.30. Jenazah narapidana yang terlibat kasus pencurian dengan pidana dua tahun tersebut, langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan ke pemakaman keluarga.
"Pagi tadi saya mendapat laporan dari petugas jaga yang mengatakan, IG narapidana kami sekitar pukul 02.30 meninggal dunia di rumah sakit umum," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Sulardi ketika diwawancarai wartawan di ruang kerjanya.
Menurut Sulardi, setelah mendapat kabar tersebut, pihaknya langsung mendatangi rumah sakit untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, tetapi ternyata jenazah IG telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka. "Begitu dapat kabar kita langsung meluncur menuju rumah sakit, tetapi saat kita ke rumah sakit, keluarga narapidana sudah membawa yang bersangkutan pulang," jelasnya.
Sulardi mengatakan, pihaknya yang mendatangi rumah duka mengucapkan berbelasungkawa atas kepergian IG, selain itu pihaknya mengucapkan permohonan maaf jika selama ini upaya yang dilakukan untuk membantu kesembuhan yang bersangkutan dirasakan kurang.
"Kita ucapkan dukacita, selama ini siapapun tahanan yang sakit selalu kita lakukan pengobatan maksimal termasuk juga kepada almarhum, namun kita juga memohon maaf atas kejadian ini. Ternyata meski upaya yang kita lakukan, tuhan berkehendak lain," ungkapnya.
Lebih lanjut Sulardi mengatakan, IG sendiri sebelum diketahui mengidap penyakit HIV/AIDS tampak bergaul baik dengan tahanan yang lain, namun setelah adanya pemeriksaan dari Dinas Kesehatan di Rutan diketahui yang bersangkutan menderita penyakit yang tergolong mematikan tersebut. Selanjutnya, setelah diketahui tersebut pihak dinas kesehatan meminta rutan memberi perhatian khusus dan perlakuan khusus, namun hal itu ternyata mendapat kecurigaan tahanan lain yang pada akhirnya mengetahui jika yang bersangkutan mengidap penyakit HIV/AIDS.
"Hal itu otomatis kemudian tahanan lain menjauh dan tidak mendekati yang bersangkutan. Awalnya tahanan lain tidak tau, tapi karena kita lakukan khusus menimbulkan pertanyaan dan kemudian akhirnya kawan-kawannya tahanan lain tahu. IG diletakkan di ruang khusus dan sendirian di ruang tersebut," bebernya seraya mengatakan almarhum sebelumnya baru sebulan keluar penjara, namun kemudian masuk lagi dengan kasus yang sama yakni pencurian.
Sulardi menuturkan, atas kejadian tersebut pihaknya kedepan akan terus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Prabumulih untuk terus melakukan pemeriksaan terhadap para narapidana apakah ada yang terindikasi HIV/AIDS. "Kita tentu akan terus meningkatkan kerjasama untuk nantinya terus melakukan pemeriksaan terhadap para narapidana," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang nara pidana Rutan Kelas IIB Prabumulih berinisial IG, yang diduga mengindap penyakit HIV/AIDS, menjalani perawatan di RSUD Prabumulih. IG dirawat karena mengalami penyakit diare serta penyakit sesak nafas tersebut namun setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan mengidap HIV/AIDS, kemudian IG dirawat secara intensif di ruang khusus RSUD PRabumulih. (Hanafijal/Edison)
Sumber: TribunNews







