DetikNews, 24 April 2014
Ternate – meski dikatgorikan kota kecil dengan jumlah penduduk mencapai 185.705 jiwa, kota Ternate merupakan kota terpadat diwilayah provinsi Maluku Utara. Meski demikian, angka penderita HIV dan AIDS di kota ini semakin memperihatinkan.
Berdasarkan data yang dimiliki Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rorano, jumlah pengidap HIV dan AIDS di kota Ternate dari tahun 2007-2013 mencapai 163 orang dari berbagai gologan dan pekerjaan. Dari jumlah 163 orang itu, 29 diantaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT), Buruh 1 orang, Pegawai Honorer 1 orang, Karyawan 9 orang, Mahasiswa 5 orang, Nelayan/petani 2 orang, Ojek/Sopir 6 orang, Pegawai Negeri Sipil (PNS) 23 orang, Pekerja Seks Komersial (PSK) 12 orang, Salon/panti pijat 5 orang, pengangguran 19 orang, Wiraswasta 42 orang dan tidak diketahui 7 orang.
LSM Rorano merupakan satu-satunya LSM di Maluku Utara yang bergerak dibidang kesehatan ini, merilis tingginya angka penderita HIV dan AIDS ini dikarenakan tidak adanya kesadaran untuk merubah perilaku yang beresiko. Selain itu, minimnya pengetahuan publik terhadap HIV dan AIDS salah satu faktor yang sangat berpengaruh untuk kasus HIV dan AIDS.
Ketua LSM Rorano, Asghar Saleh mengungkapkan, rendahnya kesadaran masyarakat ini dapat ditanggulangi oleh satu arahan dan sosialisasi yang berkala secara terus menerus, dan tentunya juga diharpakan dukungan pemerintah daerah untuk lebih serius lagi terkait penyakit mematikan ini.
"kami sudah melakukan berbagai kegiatan dan sosialisasi tentang bahaya penyakit HIV dan AIDS seperti lomba cerdas-cermat tingakt SLTA di Kota Ternate, Sosialisasi HIV dan AIDS dilingkungan Bank dan Komunitas anak muda, sosialisasi pada tokoh dan lintas agama, dan sosialisasi perkumpulan pewarta berita/jurnalis di maluku Utara"jelasnya. (Arief)
Sumber: Detiknews







