Pos Kota, 17 Mei 2014

Edi Dharma (kedua dari kiri) bersama Sekdakot Bogor Ade Sarif (tengah) memberi keterangan ke wartawan (yopi)BOGOR (Pos Kota) – Penyebaran HID/AIDS di kalangan pelajar Kota Bogor sangat mengkhawatirkan kalangan pendidik. Data yang dirilis bidang pencegahan dan pemberantasan penyakit Dinas Kesehatan Kota Bogor, terdapat 50 pelajar sudah positif terjangkit penyakit mematikan ini.

Dr Edi Dharma, Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menuturkan, penularan virus mematikan ini telah memasuki dunia pendidikan dengan pelajar sebagai obyeknya.

"Penyakit ini tidak akan hilang. Jika diakumulasi dari tahun 2002 hingga 2014, sudah 50 pelajar positif,"kata Dr Edi.

Langkah pencegahan agar tidak bertambah pelajar terjangkit, Dr Edi mengaku, pihaknya rutin melakukan intervensi dan rajin memberi penyuluhan terhadap pelajar dari sekolah ke sekolah.

"Kita memberikan obat anti-retro virus terhadap anak ini sejak bayi dan diamati sampai dewasa. Kita berupaya ingin supaya tidak sampai meninggal, jika perlu tetap bertahan untuk hidup,"katanya.

Obat anti retro virus diakui dr Edi, berfungsi sebagai obat untuk mencegah virus itu berkembang atau bertambah banyak dan bukan untuk mematikan virus. (yopi)

Sumber: Pos Kota

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID