Cenderawasih Pos, 24 Mei 2014

JAYAPURA – Guna meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam pelayanan semua pasien yang berkunjung dan berobat di RSUD Abepura, manajemen RSUD Abepura gelar pelatihan peningkatan mutu pelayanan pasien HIV-AIDS melalui peran perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) di lingkungan RSUD Abepura. Melalui kegiatan ini diharapkan membawa terobosan baru bagi pelayanan kesehatan bagi pasien HIV-AIDS yang memeriksa kesehatan di RSUD Abepura.

Direktur RSUD Abepura, dr. Yohannis Manangsang melalui Kepala Bidang Pelayanan Medis, dr. Daisy Urbinas mengungkapkan bahwa dalam suatu pelayanan tentunya diharapkan ada peningkatan baik secara kualitas maupun kuantitas yang secara langsung mempengaruhi mutu pelayanan dari RSUD Abepura terhadap pasien HIV-AIDS.

"Pelatihan peningkatan mutu pelayanan pasien HIV-AIDS melalui peran perawatan dan pengobatan di lingkungan RSUD Abepura ini memberikan pemahaman kepada pegawai agar ikut terlibat secara aktif untuk mengambil peran dukungan dalam melayani pasien HIV-AIDS,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di sela-sela kegiatan pelatihan peningkatan mutu pelayanan pasien HIV-AIDS melalui peran perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) di lingkungan RSUD Abepura di Grand Abe Hotel, Jumat (23/5).

Menurut dr. Daisy Urbinas dengan adanya kebijakan Kemenkes terkait RS sebagai pusat rujukan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA), maka RSUD Abepura sebagai rumah saki satelit yang sejak tahun 2002 melakukan pelayanan VCT dan sesuai dengan kebijakan Kemenkes maka perlu ada peningkatan mutu pelayanan."Hal tesebut membuat kita secara internal di RSUD Abepura baik paramedis dan semua perangkat kesehatan di RSUD Abepura harus berperan aktif untuk terlibat dalam pelayanan pasien HIV-AIDS sehingga menekan dan mencegah angka kematian akibat HIV-AIDS,"imbuhnya.

"Kita lihat jumlah penduduk Papua sekitar 2,5 juta jiwa dan orang asli Papua sedikit sehingga dikuatirkan bahwa generasi kedepan banyak yang terinfeksi HIV sehingga peran RSUD Abepura memberi perhatian khusus terhadap pelayanan HIV-AIDS guna menekan angka HIV/AIDS sehingga penduduk Papua kedepan tidak terinfeksi HIV-AIDS," sambungnya.

Ditambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan dalam meningkatan pelayanan terhadap pasien HIV-AIDS dan setiap harinya jumlah kunjungan pasien mencapai 20 orang yang berkunjung ke pelayanan VCT RSUD Abepura."Peran RSUD Abepura dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat HIV-AIDS ini menjadi sebuah penilaian apakah rumah sakit tersebut berhasil atau tidak, Hal ini juga mempengaruhi proses akreditasi dari RSUD Abepura sendiri,"pungkasnya. (yan/nat)

Sumber: Cenderawasih Pos

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID