Detik News, 17 Juli 2014

Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya meneliti beberapa kawasan yang sebelumnya difungsikan sebagai lokalisasi, menjadi sumber kemunculan penyakit HIV/AIDS.

Data dari dinkes, angka kasus HIV/AIDS di beberapa kawasan di Surabaya seperti Benowo, Krembangan, Pabean Cantikan, Sawahan dan Wonokromo cukup tinggi. Sebelumnya, di kawasan tersebut berdiri lokalisasi atau karena berdekatan dengan lokalisasi.

"Kasus HIV/AIDS banyak ditemukan di kawasan tersebut (eks lokalisasi) karena dampak dari keberadaan lokalisasi. Selain itu, di kawasan terdapat hot spot seperti tempat hiburan," ungkap Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kota Surabaya, dr Mira Novia, dalam jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis (17/7/2014).

Mira menjelaskan, sumber kemunculan penyakit di lokalisasi membuat angka penderita HIV/AIDS di Surabaya tinggi. Berdasarkan data dinkes, selama periode Januari hingga Mei 2014, ditemukan 281 kasus dengan rincian 171 HIV dan 110 AIDS.

"Ironisnya, jumlah penderitanya didominasi oleh mereka yang berusia produktif. Untuk tahun 2013 lalu, di Surabaya ada 754 kasus dengan rincian 501 HIV dan 253 AIDS. Sementara di tahun 2012, ditemukan 752 kasus dengan rincian 418 kasus HIV dan 300 AIDS," beber Mira.

Pihaknya berharap dengan alih fungsi lokalisasi yang dilakukan Pemkot Surabaya, jumlah penderita HIV/AIDS bisa terus menurun. "Sebenarnya warga Surabaya nya ndak banyak (penderita). Yang banyak itu warga dari luar Surabaya. Tapi, untuk penanganannya kan, kita tidak melihat darimana mereka berasal," imbuh dia.

Pasca alih fungsi lokalisasi, Mira mengaku pihaknya sudah memeriksa 486 orang wanita harapan atau pekerja seks komersil (psk). Dari jumlah tersebut, 45 orang positif. "Tetapi tidak semuanya penderita baru. Sebagian adalah penderita lama. Mereka kebanyakan berasal dari luar kota seperti Bandung, Indramayu, Malang dan Jember," lanjut dia.

Selain masalah HIV/AIDS, kawasan eks lokalisasi ternyata juga menjadi prioritas untuk dilakukan rehabilitasi. Dikarekana angka penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit karena lingkungan, cukup tinggi. Mira mencontohkan angka penyakit di Kelurahan Putat Jaya yang merupakan kawasan lokalisasi Dolly.

Dari data yang ada dari Januari-Juli 2014, penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah, diare, ispa cukup tinggi. Untuk DBD ada 21 kasus, diare ada 476 kasus. Sementara untuk penyakit menular seperti TBC ada 25 kasus. (ze/fat)

Zainal Effendi - detikNews

Sumber: Detik News

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID