Berita Satu, 25 Juli 2014
Jakarta - Perempuan yang sedang mengandung diimbau untuk melakukan tes HIV/AIDS sedini mungkin untuk memastikan langkah yang tepat demi mencegah penularan kepada bayinya.
"Kuncinya adalah semua ibu hamil bersedia melakukan tes HIV, sehingga bisa segera dilakukan pengobatan kalau memang hasilnya positif," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi usai melepas rombongan mudik Lebarang karyawan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat (25/7).
Dalam "The 20th International AIDS Conference" yang berlangsung pada 20-25 Juli 2014 di Melbourne, Australia, Nafsiah berkesempatan memaparkan situasi HIV/AIDS di Indonesia, serta kemajuan negara kita dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Menurutnya, komitmen Indonesia terhadap masalah HIV/AIDS adalah menyelamatkan bayi-bayi yang baru lahir dari penyebaran HIV/AIDS sehingga generasi berikutnya bisa bebas dari penyakit yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius.
Salah satu yang dipaparkan Menkes adalah program SUFA atau Strategic Use of ARV yang mulai intensif dilakukan sejak tahun lalu.
"Dalam program ini, kita berusaha agar seluruh populasi kunci, misalnya ibu hamil untuk melakukan deteksi HIV sedini mungkin. Bila positif, segera kita lakukan pengobatan agar tidak menjadi AIDS dan tidak menularkan kepada bayinya," kata Nafsiah.
Terpenting, lanjut Menkes, semua laki-laki dan perempuan juga harus menghindari perilaku-perilaku yang beresiko menularkan HIV/AIDS, misalnya saja seks bebas dan pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bersamaan.
Penulis: Herman/FEB
Sumber: Berita Satu







