Pos Kupang, 11 Agustus 2014

Ilustrasi POS KUPANG.COM, DEPOK -- Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Julianto Witjaksono SpOG, KFER, MGO mengatakan, saat ini 46 persen remaja berusia 15-19 tahun belum menikah sudah berhubungan seksual.

"Paling tidak, beri pandangan bahwa ini bahaya dan mengancam generasi muda. Pernikahan dini, penyimpangan prilaku. Masalah penyimpangan remaja semestinya bisa dikendalikan. Harus dikendalikan, bisa mengurangi angka kehamilan pra nikah, penyimpangan seksual akan bisa berdampak pada kesehatan remaja," katanya dalam Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja "Strategi Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu di Indonesia" di Universitas Indonesia (UI) Depok, Minggu (10/8/2014)

Menurut Julianto, Indonesia dapat siap menghadapi tantangan bonus demografi 2025 atau AFTA 2015. Generasi ini harus disiapkan sejak dini.

"Kualitas manusia Indonesia, tak hanya pendidikan sekolah, tetapi harus disiapkan sejak dini dalam kandungan.

Kehamilan remaja memicu tingginya angka kematian bayi. Bayi berbobot rendah," paparnya.

Editor: alfred_dama; Sumber: Tribunnews

Sumber: Pos Kupang

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID