Kaltim Post, 27 Agustus 2014

Singgung Klinik VCT Belum Ada

PENAJAM – Keinginan anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta instansi terkait melakukan presentasi penanganan HIV/AIDS ditanggapi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Diskes) PPU H Ammas Alie. Pada dasarnya pihaknya siap melakukan hearing ke DPRD. Tetapi patut jadi perhatian yaitu pentingnya peranan Klinik Voluntary Counseling Test (VCT).

"Ini bukan hanya permasalahan Dinas Kesehatan saja untuk menekan atau melakukan penanganan terkait HIV/AIDS. Butuh peran atau andil instansi dan elemen lainnya. Kami menyambut baik terkait hal itu," ucap Ammas.

Dia menjelaskan, permasalahan saat ini yang belum terselesaikan adalah belum adanya Klinik VCT di rumah sakit umum daerah (RSUD). Pasalnya para pasien pengidap HIV/AIDS saat ini hanya dapat menerima layanan di Balikpapan.

"Saat ini kami sudah butuh klinik VCT, tetapi kenapa sampai saat ini juga klinik belum aktif. Saya berharap hal ini dapat dipertanyakan RSUD," kata Ammas, ditemui di ruang kerjanya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi Direktur RSUD Penajam dr Jansje Grace Makisurat menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan intensif di internalnya untuk membahas Klinik VCT. "Saat ini sedang kami siapkan. Kami perkirakan satu bulan ke depan klinik sudah siap. Seiring mempersiapkan klinik VCT, kami akan bahas regulasi dan pembiayaan juga dibicarakan dengan pihak Dinas Kesehatan," urai Grace.

Disinggung kendala penyebab Klinik VCT di RSUD belum aktif, Grace mengaku bahwa memang ada beberapa hal belum terselesaikan. "Yang pertama kami bicara sarana dan regulasi. Ini dapat menjadi permasalahan di RSUD sendiri nantinya. Jangan sampai kami memberikan pelayanan nanti malah jadi bumerang di kami. Karena ini menggunakan uang negara," papar Grace.

Perlu diketahui untuk tahun 2014 sampai dengan Agustus ini, jumlah pengidap HIV mencapai 26 jiwa dan telah meninggal dunia 3 orang. Artinya menyisakan 23 pengidap. Untuk jumlah penderita terbanyak terdapat di Kecamatan Penajam.(*/say/ede/tom/k15)

Sumber: Kaltim Post

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID