Pos Kota News, 7 September 2014
TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Selama Enam bulan sejak Januari hingga Juli 2014 sebanyak 6 juta lebih kodom disebar 7 lokasi rawan penyebaran HIV/Aids di pesisir Jakarta Utara.
Ini dilakukan tujuannya untuk menekan potensi penyebaran penyakit menular yang hingga saat ini belum diketahui obatnya.
Kepala Komisi Perlindungan Aids Kota (KPAK) Jakarta Utara Atma Sanjaya mengakui selama enam bulan terakhir ini pihaknya menyebar 6.726.446 kondom. Sasaran penyebaran itu antara lain, lokalisasi, seperti Kali Jodo, Rawa Malang, Mencos, Pela-pela, Rawa Bebek, Muara Angke, dan Jembatan Gantung masih menjadi lokasi paling berbahaya.
"Selain itu kami juga melakukan penyebaran disejumlah panti pijat seperti di daerah Kelapa Gading, Ancol, Jembatan Tiga dan sejumlah lainnya. Rata-rata setiap hari Pekerja Seks Komersil itu menggunakan antara 2 sampai 3 kondom, bahkan ada yang sampai lebih. Berarti dalam hal ini setiap bulannya mereka menggunakan lebih dari 90 kondom,"kata .
Menurut Atma Sanjaya, hasil pendata tercatat ada sekitar 4.202 PSK (Pekerja Seks Komersial). Dari jumlah 1.682 WPSL (Wanita Pekerja Seks Langsung), dan 2.526 WPSTL (Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung. Namun, demikian seluruh pekerja seks itu berpotensi menjadi agen penyebar HIV/Aids maupun penyakit seksual lainnya. Sebab setiap hari mereka melayani pelanggan yang berbeda-beda.
Maka dari itu pihaknya menyebar jutaan kondom gratis ke lokasi-lokasi rawan penyebaran aids. Penyebaran ini dilakukan karena sudah menjadi program instansinya. Bahkan tahun lalu pihaknya menyebar sebanyak 9. 401. 868 kondom mereka sebar.
"Penyebaran ini kami lalukan sesuai kebutuhan dilapangan, bahkan jika ada pihak yang mengusulkan permintaan ini pihaknya juga siap mengirimnya. Tahun ini sampai Juni sudah lebih dari 6 juta lebih kondom yang kita sebar," ucap Atma.
Saat ini pihaknya membentuk kelompok masyarakat pengawas aids di sekitar lokasi rawan penyebaran aids. Kelompok itu beranggotakan tokoh masyarakat, relawan, aparat pemerintah, dan pengelola tempat hiburan malam. Mereka bertugas mengawasi aktifitas para PSK dan memutus mata rantai penyebaran aids di wilayah masing-masing.
"Jadi para pekerja tempat-tempat hiburan mereka giring memeriksakan diri ke puskesmas untuk memastikan mereka bebas dari penyakit seksual," ungkapnya.
Dari data KPAK setempat, sampai 2013 sudah ada 1.187 penderita aids dan penyakit seksual lain di pesisir Jakarta. Tahun 2012 ke 2013 naik jumlahnya. Dari 61 penderita aids pada 2012 naik menjadi 130 pada 2013.
"Totalnya sudah seribu lebih penderita penyakit mematikan tersebut," ujar mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini sambil menambahkan tahun ini pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah penderita aids tahun ini karena masih didata. (wandi/d)
Sumber: Pos Kota News







