Kaltim Post, 20 Oktober 2014

Sebanyak 100 lebih pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi se-Kutim berkumpul di Taman Budaya dan Bumi Perkemahan Balai Budaya Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta, Senin (13/10) lalu. Mereka mengikuti Jambore Generasi Berencana (Genre) Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja yang diprakarsai Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kutim.

JAMBORE yang digelar selama tiga hari, 13-15 Oktober dibuka Wakil Bupati (Wabup Ardiansyah Sulaiman, ditandai dengan penyematan tanda peserta dan penyerahan hadiah untuk beberapa lomba yang dilaksanakan sebelumnya. Hadir dalam pembukaan, Kepala BPPKB Hj Aisyah HD, Kepala Disporapar Dwi Susilanto Gamawan, Dirut RSUD Sangatta dr Bahrani. Selanjutnya Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Hj Siti Robiah, Kabag Humas Muchtar, para camat dan guru se-Kutim.

Mengawali sambutannya, Ardiansyah mengatakan kegiatan tersebut sangat penting dan mendasar untuk pembinaan moral dan mental anak remaja pada masa mendatang. Karena itulah, harus dikelola dengan baik, bukan hanya saat jambore, tapi pada di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi masing-masing.

"Tiap sekolah seharusnya bisa melakukannya dengan melibatkan pengurus OSIS dan membentuk konseling sebaya, karena mereka yang memahami kehidupan sebayanya. Program konseling sebaya ini harus menjadi program utama dalam menekan angka kenakalan remaja dengan merekrut anak-anak remaja yang dilatih secara baik untuk menjadi jembatan komunikasi di antara teman sebaya," tambah Wabup.

Selaku Ketua Badan Narkotika Kutai Timur, Ardiansyah mengaku prihatin dengan angka penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS yang masih stagnan. Padahal pemerintah sudah melakukan berbagai macam usaha untuk mencegah penggunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS, baik lingkungan pendidikan, Karang Taruna, serta melalui alim-ulama di tempat-tempat ibadah. Kendati demikian, tidak menyurutkan semangat BNK untuk terus berupaya menekan angka penyalahgunaan Narkotika dan penyebaran HIV/AIDS di daerah ini.

Ardiansyah mengharapkan jambore ini tidak hanya sebatas seremonial, namun lebih memberikan makna dan manfaat yang besar kepada generasi muda. Generasi berencana harus diwujudkan untuk menyiapkan generasi yang berkualitas dalam membangun daerah ini.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kutim ini berharap kepada lebih dari 100 peserta yang mengikuti jambore tersebut, agar memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. "Kegiatan ini sangat bagus dan saya berharap benar-benar memberikan manfaat dalam membangun generasi muda di daerah ini," tegasnya.

Sedangkan Kepala BPPKB Kutim Hj Aisyah HD mengungkapkan, kenakalan remaja yang ada di masyarakat timbul akibat kurangnya ruang atau wadah yang mampu menyalurkan bakat dan kreasi mereka. Tempat-tempat pembelajaran nonformal belum memadai, sehingga perilaku remaja cenderung menyimpang.

"Beberapa kegiatan yang dilakukan selama jambore ini adalah seminar psikologi remaja, lomba penyuluhan Genre, pengelolaan PIK-KRR, penyuluhan bahaya HIV/AIDS, perilaku hidup bersih dan sehat, outbond dan unjuk bakat," ungkapnya.

Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja bertujuan membantu kalangan remaja memiliki pengetahuan, kesehatan, sikap, dan perilaku kehidupan yang sehat dan bertanggung jawab. Sehingga terhindar dari perilaku seks bebas, penyalahgunaan narkotika, dan HIV/AIDS.

"Melalui jambore ini, para remaja dapat saling bertukar informasi dan mengenal antara anggota PIK satu dengan yang lainnya, serta menumbuhkan persaudaraan dalam mewujudkan remaja yang berkualitas," ucapnya.

Peserta yang terlibat dalam jambore tersebut bukan hanya yang ada di wilayah perkotaan, namun dari kecamatan pedalaman dan pesisir. (kmf6/san/k16)

Sumber: Kaltim Post

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID