Pikiran Rakyat, 31 Oktober 2014

INDRAMAYU, (PRLM).- Kasus HIV-AIDS perlu diwaspadai seiring meningkatnya tren penyaluran Tenaga Kerja Indonesia ke kawasan Asia Timur. Perbedaan budaya antara kawasan Asia Timur dan Timur Tengah dianggap menjadi faktor yang menyebabkan kewaspadaan terhadap HIV/AIDS perlu mendapatkan perhatian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedy Rohendi mengatakan, pihaknya mulai menemukan adanya tren peningkatan kasus HIV-AIDS dari TKI yang asalnya bekerja di kawasan Asia Timur, seperti Hong Kong, dan Taiwan. Kasus-kasus tersebut sudah mulai teramati oleh pihaknya sejak tiga tahun terakhir.

Dia menilai, kultur Asia Timur cenderung lebih longgar dibandingkan kultur Timur Tengah. Beragam tempat dan acara hiburan marak diselenggarakan di kota-kota kawasan Asia Timur dibandingkan Timur Tengah.

"Di Asia Timur, ada akhir pekan dimana terdapat beragam acara hiburan. Itu dimanfaatkan oleh mayoritas pekerja, termasuk TKI kita. Saya dapat pasien soal itu, terjangkit HIV juga," katanya, Jumat (31/10/2014).

Dia mengatakan, untuk mewaspadai trend peningkatan kasus HIV-AIDS dari TKI asal Timur Tengah seperti itu, diperlukan kebijakan yang sifatnya nasional. Dedy mengaku, belum lama ini bertemu dengan sejumlah anggota DPRD Jawa Barat dan membicarakan mengenai trend kasus HIV dari TKI.

"Saya katakan, tolong kalau ada kebijakan, harus nasional. Kalau soal TKI ini, coba dipaksa untuk diperiksa segala aspek kesehatannya, termasuk pemeriksaan HIV-AIDS, baik sebelum berangkat maupun saat kepulangan. Itu bukan untuk melarang TKI yang misalnya terjangkit HIV kembali ke kampung halaman. Tapi, minimal untuk memetakan penyebaran HIV-AIDS," ujarnya.

Terkait pemeriksaan HIV-AIDS, dia menjelaskan, tidak seperti orang yang sedang menderita penyakit pada umumnya, dimana gejala-gejalanya bisa langsung terdeteksi. Menurutnya, perlu ada serangkaian tes, bahkan hingga tiga kali, untuk memastikan bahwa seseorang positif mengidap HIV-AIDS. Oleh sebab itu, keterbukaan seseorang mengenai HIV-AIDS yang diidapnya menjadi faktor penting dalam pemeriksaan.

"Namun masalahnya, sampai saat ini memang banyak orang yang mengidap HIV-AIDS takut untuk membuka dirinya," kata dia.

Di Kabupaten Indramayu, terdapat 1.500 kasus HIV-AIDS semenjak tahun 1993 sampai tahun ini. Adapun sepanjang 2013 lalu, jumlah kasus HIV-AIDS mencapai 316 kasus. Sementara sepanjang Januari hingga bulan ini, ditemukan sebanyak 350 kasus. Diprediksi, kasus HIV AIDS hingga akhir 2014 nanti akan terus bertambah. "Peningkatan HIV/AIDS pada umumnya terjadi juga di Jawa Barat," ujar Dedy. (Muhammad Ashari/A-147)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID