the Voice, 4 July 2014
Botswana Business Coalition on AIDS (BBCA) peer educators engaged in a project that disseminated HIV/AIDS and wellness information in different companies in Francistown and Palapye district recently.
Employees were addressed on Multiple Concurrent Partnerships, Consistent Condom use and Safe Male Circumcision. This was to strengthen private sectors' role in managing and combating the spread of HIV and AIDS.
Spy Ghana, 3 July 2014
Early struggles in developing a response to the HIV and AIDS pandemic were remembered by African women church leaders who gathered in Nairobi, Kenya to celebrate more than 30 years of their Christian ministry in the churches of their region.
The event brought together over 100 women church leaders from Kenya, Zambia, Malawi, Swaziland, Ghana, Uganda, Eritrea, Rwanda, Tanzania, Cameroon and the Netherlands at the St. Andrews Church (Presbyterian Church of East Africa) on 23 June.
Tempo.Co, 4 Juli 2014
TEMPO.CO, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak lebih dari 30 negara, termasuk negara-negara maju, untuk mengenali bahaya lanjutan dari penyakit tuberkulosis dan diminta bersama memberantasnya pada 2050. (Baca: Jagalah Jarak Dengan Penderita TBC)
Meskipun tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang bisa dicegah dan disembuhkan, WHO merilis masih ada 155 ribu orang terinfeksi setiap tahunnya di 33 negara berkembang. Sebanyak 10 ribu orang di antaranya meninggal dunia.
Tribun News, 4 Juli 2014
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Puskesmas Sempaja, Samarinda Utara menyediakan Layanan Jarum dan Alat Suntik Steril (LJSS) bagi pengguna alat suntik (Penasun).
Hal ini dilakukan demi mengurangi penularanan HIV/AIDS melalui jarum suntik narkoba yang digunakan bergantian. Dengan demikian, ini adalah LJSS kedua setelah sebelumnya juga ada di puskesmas Sidomulyo, Samarinda Ilir.
Harian Terbit, 4 Juli 2014
Jakarta, HanTer - Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) memperkirakan sebanyak 4,3 juta ibu rumah tangga di Indonesia rentan tertular HIV/AIDS.
"Jumlah perkiraan itu muncul dari angka estimasi lelaki pembeli seks yang jumlahnya mencapai 6,7 juta orang," kata Koordinator Pembina Wilayah Program KPAN, Yufrizal Putra, kemarin.
Ia mengatakan, para ibu rumah tangga tersebut tertular HIV/ AIDS dari para suami mereka yang menjadi pembeli atau pelanggan seks.
Data penularan HIV/AIDS terhadap ibu rumah tangga, tambahnya, cenderung meningkat dan jumlahnya lebih tinggi dibanding penderita HIV/AIDS dari kalangan wanita penjaja seks.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia