Download details

Cost Effectiveness of Scaling up Voluntary Counselling and Testing in West Java, Indon Cost Effectiveness of Scaling up Voluntary Counselling and Testing in West Java, Indonesia HOT

ABSTRAK

Tujuan: untuk mengevaluasi efektivitas biaya (cost-effectiveness) perluasan layanan (scaling-up) VCT berbasis masyarakat di Jawa Barat. Metode: Asian epidemic modelling (AEM) dan resource need model (RNM) digunakan untuk menghitung biaya-biaya tambahan untuk setiap infeksi HIV yang dihindari dan setiap disability-adjusted life years (DALYs) yang diselamatkan. Data demografi, perilaku dan biaya hasil pantauan lokal yang berhubungan dengan epidemic digunakan sebagai input pada model.

Hasil: memperluas cakupan layanan VCT berbasis masyarakat di Jawa Barat akan mengurangi prevalensi di keseluruhan populasi sebesar 36% pada tahun 2030 dan dengan biaya US$ 248 per infeksi HIV yang terhindari dan US$ 9.17 per DALY yang diselamatkan. Perkiraan efektivitas biaya yang paling sensitif adalah terhadap dampak VCT pada penggunaan kondom dan jumlah populasi klien pekerja seks wanita (WTS), dan dampaknya secara keseluruhan kuat. Total biaya untuk scaling-up VCT berbasis masyarakat berkisar antara US$ 1,3 dan 3,8 juta per tahun dan memerlukan sejumlah klinik VCT terintegrasi di puskesmas untuk meningkatkan dari 6 klinik di 2010 menjadi 594 klinik di tahun 2030. Kesimpulan: scaling up VCT berbasis masyarakat merupakan intervensi efektif dan hemat biaya. Namun, untuk memprioritaskan VCT dalam pengendalian HIV/AIDS di Jawa Barat, masalah ketersediaan anggaran dan kapasitas organisasi harus diatasi.

Kata kunci: infeksi HIV, konseling & tes suka rela, analisis efektivitas biaya, pengambilan keputusan.

ABSTRACT

Aim: to evaluate the costs-effectiveness of scaling up community-based VCT in West-Java. Methods: the Asian epidemic model (AEM) and resource needs model (RNM) were used to calculate incremental costs per HIV infection averted and per disability-adjusted life years saved (DALYs). Locally monitored demographic, epidemiological behavior and cost data were used as model input.

Results: scaling up community-based VCT in West-Java will reduce the overall population prevalence by 36% in 2030 and costs US$248 per HIV infection averted and US$9.17 per DALY saved. Cost-effectiveness estimation were most sensitive to the impact of VCT on condom use and to the population size of clients of female sex workers (FSWs), but were overall robust. The total costs for scaling up community-based VCT range between US$1.3 and 3.8 million per year and require the number of VCT integrated clinics at public community health centers to increase from 73 in 2010 to 594 in 2030. Conclusion: scaling up community-based VCT seems both an effective and cost-effective intervention. However, in order to prioritize VCT in HIV/AIDS control in West-Java, issues of budget availability and organizational capacity should be addressed.

Key words: HIV infections, voluntary counselling and testing, cost-effectiveness analysis, decision maker.

Information
Created 2014-01-04 02:24:50
Changed 2014-01-04 03:01:11
Version
Size 1.66 MB
Rating
(0 votes)
Created by
Changed by
Downloads 1,120
License
Price
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID