Download details

Integrasi Program Penanggulangan HIV dan AIDS  ke dalam Sistem Kesehatan dan Efektivitas Program  Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seks (PMTS) di Kabupaten Merauke - U Integrasi Program Penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam Sistem Kesehatan dan Efektivitas Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seks (PMTS) di Kabupaten Merauke - UNCEN HOT

Ringkasan Eksekutif

Latar belakang: Salah satu isu strategis bidang kesehatan yang terdapat didalam renstra dinkes  Kabupaten Merauke adalah angka kesakitan dan kematian penyakit menular dan tidak menular masih tinggi termasuk kematian akibat HIV dan AIDS cenderung meningkat, demikian juga kasus Penularan Melalui Transmisi Seksual (PMTS), prevalensi Penyakit IMS yang menjadi salah satu pintu masuknya HIV dan AIDS menurut profil kesehatan 2013 masih tinggi.  Data Laporan PKR 2014 memperlihatkan angka penderita Gonorrhea (GO) WPS lama 3,74%, WPS baru 4,02%, angka ini masih tinggi jika dibandingkan dengan target GO <1%. Upaya penanggulangan HIV dan AIDS tidak bisa dilepaskan dari sistem kesehatan yang berlaku. Sistem kesehatan yang kuat akan memungkinkan respon penanggulangan HIV dan AIDS yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan upaya kesehatan yang lain. PPenelitian ini bertujuan  mengetahui tingkat integrasi kebijakan penanggulangan HIV dan AIDS dalam sistem kesehatan sistem kesehatan di Kabupaten Merauke dan kontribusinya terhadap efektivitas program PMTS.

Metode: astudi Studi kasus dengan metode kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview) menggunakan format semi terstruktur kasus PMTS. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan berbagai dokumen terkait jenis informasi yang diperlukan. Informan dalam penelitian ini adalah yang mengetahui secara mendalam pelaksanaan program HIV AIDS khususnya pada program PMTS yang berada pada level sistem dan program sejumlah 33.

Hasil: 1) Sub sistem manajemen dan regulasi sudah terintegrasi penuh dan ini sangat berpengaruh terhadap efektifitas PMTS. Hal ini dapat dilihat dari temuan jumlah pelanggaran perda HIV AIDS oleh TIM Penyidik Pegawai negeri Sipil (PPNS) menurun dari tahun ke tahun khususnya kasus IMS pada WPS. 2) Sub sistem pembiayaan pembiayaan kesehatan masih terintegrasi parsial karena pada dimensi mekanisme pembayaran belum ada sistem yang mengatur khusus pengelolaan pembiayaan program HIV dan AIDS dan IMS terutama alokasi dana yang berasal dari pihak LSM dan donor. Dana yang dialokasikan oleh APBD otsus ke pokja dan PKR dianggap sudah mencukupi dan berjalan lancar, namun dari standar alokasi dana otsus sebanyak 15% (UU otsus) hanya 12.73% dari dana otsus yang terpenuhi. Kepersertaan BPJS sudah 88,17% dari jumlah penduduk. Proporsi kepesertaan BPJS adalah terdiri dari JKN PBI 77,15%, non PBI 16,5% dan non BPJS 12,23%. Alokasi anggaran HIV dan AIDS dan IMS terlihat prosentasinya lebih besar (48,15%) dari alokasi program lainnya (DBD, malaria, TB, dll). Dengan demikian subsistem pembiayaan kesehatan sudah mendukung keberhasilan program PMTS walaupun masih bersifat parsial. 3) Sub sistem sumber daya kesehatan daya manusia masih terintegrasi parsial karena ketersediaan SDM masih kurang walaupun sudah ada 40% SDM kontrak yang didanai oleh DAU dan APBD Otsus dan tambahan honor dari BPJS. Kekurangan masih terjadi di PKR dan Pokja RSUD yang secara khusus menangani program HIV dan AIDS dan IMS. Kompetensi mereka sudah cukup. Dengan demikian sub sistem ini sudah memberikann kontribusinya terhadap keberhasilan pelaksanaan program PMTS namun belum maksimal. 4)  Sub sistem penyediaan farmasi dan alat kesehatan masih terintegrasi parsial karena masih ada peralatan yang belum ada di RSUD merauke yaitu CD4. Peralatan lainnya dan ketersediaan obat serta sarana pendukung sudah lengkap. Ketersediaan logistik kondom sudah dapat menjamin kebutuhan. Sumber kondom berasal dari KPAN, kondom mandiri dan bantuan dari kesehatan pelabuhan. Dengan demikian subsistem ini mempunyai konstribusi terhadap keberhasilan program PMTS walaupun belum maksimal. 5) Sub sistem informasi kesehatan terintegrasi parsial karena belum maksimalnya penggunaan sistem informasi online SIHA) akibat gangguan jaringan. Selain itu masih terbatasnya SDM yang terlibat didalam sistem informasi ini. Sistem informasi HIV dan AIDS semuanya melalui dinas kesehatan. Diseminasi pemanfaatannya sudah cukup baik, dalam menyusun perencanaan semua pihak yang terlibat telah menggunakan laporan sebagai dasar penyusunan, dan sosialisasi laporan kemasyarakat dan pengambil kebijakan sudah dilakukan melalui media elektronik, pameran dan pertemuan lintas sektor dan program oleh KPA dan instansi teknisBapeda Kabupaten Merauke. Dengan demikian konstribusi sub sistem ini untuk keberhasilan program PMTS sudah ada walaupun masih perlu pembenahan permasalahan yang ada. 6) Subsistem keterlibatan pemberdayaan masyarakat telah terintegrasi penuh. Hal ini dapat dibuktikan dengan adannya keterlibatan masyarakat dan populasi kunci dalam penyusunan perencanaan melalui penyampaian aspirasi melalui pertemuan yang dilakukan oleh KPA dan dinas kesehatan dengan lintas sektor terkait walaupun wadah forum aspirasinya belum ada. Kesadaran menggunakan kondom sudah meningkat dan telah terlibat dalam monitoring dan evaluasi kondom. Dukungan dana terhadap Yasanto sebagai salah satu yayasan yang aktif telah ada melalui alokasi APBD setiap tahunYasanto. Dengan demikian subsistem ini telah mendukung keberhasilan dari program PMTS. 7) Sub sistem upaya kesehatan telah terintegrasi penuh karena telah memperlihatkan hasil cakupan yang baik dan telah memberikan gambaran peningkatan dari sisi cakupan HIV dan AIDS dan IMS. Ketersediaan layanan PMTS baik di pokja maupun di PKR sudah tidak ada masalah, pelayanan kondom untuk populasi kunci berjalan baik sesuai dengan sistem yang berlaku, penemuan kasus HIV dan AIDS dan IMS sudah berjalan baik melalui pelaksanaan VCT disemua puskesmas dan unit pelaksana teknis lainnya, perawatan penderita HIV dan AIDS dan IMS sudah tidak dibedakan dengan pasien lainnya, terlaksananya sistem rujukan yang sesuai aturan berjalan baik, pelaksanaan bimtek sudah baik demikian juga survei kepuasan pelanggan dan telah dimanfaatkan untuk perbaikan program. Hal yang perlu diperbaiki adalah pelaksanaan LKB yang belum maksimal termasuk SUFA

Rekomendasi: penegakan perda perlu terus dilakukan, perlu ada sistem pengelolaan anggaran dan program HIV dan AIDS dan IMS, peningkatan SDM khususnya SDM HIV AIDS dan IMS dari sisi kuantitas dan kualitas, jaminan ketersediaan CD4, perlu ada solusi mengatasi sistem jaringan internet untuk mendukung program SIHA yang sering bermasalah dan penambahan SDMpencatatan dan pelaporan, memaksimalkan fungsi KPA sebagai lembaga koodinator, segera melaksanakan program LKB dan program SUFA dengan cara mencari solusi yang menghambat pelaksanaannya.

Kata kunci : Sistem kesehatan, Integrasi, Efektivitas, PMTS,

Information
Created 2016-08-29 13:25:48
Changed
Version
Size 2.71 MB
Rating
(0 votes)
Created by Administrator
Changed by
Downloads 1,035
License
Price
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID