Download details

Integrasi Program Penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam Sistem Kesehatan dan Efektivitas Program Pencegahan Melalui Transmisi Seksual (PMTS) pada Wanita Pekerja Seks (WPS) di Kota Medan - Integrasi Program Penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam Sistem Kesehatan dan Efektivitas Program Pencegahan Melalui Transmisi Seksual (PMTS) pada Wanita Pekerja Seks (WPS) di Kota Medan - USU HOT

Ringkasan Eksekutif

Upaya penanggulangan AIDS di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari inisiatif kesehatan global yang diwujudkan melalui berbagai strategi skema program dan pendanaan di antaranya oleh Global Fund, SUM (Scale Up at Most Population Group), dan HCPI (HIV Cooperation Program for Indonesia), dimana strategi ini terbukti mampu meningkatkan cakupan layanan terkait dengan HIV dan AIDS. Namun pendanaan dari inisiatif global ini cenderung menurun dari tahun ke tahun, dan pendanaan untuk penanggulangan AIDS masih bergantung dari hibah bilateral maupun multilateral karena dana pemerintah masih berkisar 40% dari total pembiayaan. Berbagai upaya penanggulangan HIV/AIDS terus dilakukan secara intensif, terpadu, terkoordinasi dan berkesinambungan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah.  Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa strategi yang mempunyai potensi untuk meningkatkan efektivitas dan menjamin keberlanjutan intervensi suatu program setelah berakhirnya dukungan dana dan teknis dari lembaga donor adalah dengan mengintegrasikan intervensi spesifik tersebut ke dalam sistem kesehatan.

Dalam permasalahan HIV dan AIDS serta program pencegahan melalui transmisi seksual (PMTS), permasalahan integrasi ini bukan merupakan hal yang mudah dilakukan karena melibatkan banyak pemain dan kepentingan, ketersediaan infrastruktur, kebijakan dan sumber daya di tingkat sistem dan program. Integrasi penanggulangan AIDS ke dalam sistem kesehatan secara konseptual akan memiliki konsekuensi terhadap meningkatnya efektivitas layanan HIV dan AIDS dengan memaksimalkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia. Kota Medan merupakan salah satu kota dengan tingkatan epidemi HIV/AIDS dengan kategori epidemi terkonsentrasi (concentrated). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan hingga Desember 2014 warga Kota Medan yang terinfeksi HIV/AIDS berjumlah 4.481 kasus. Pada awalnya penderita HIV banyak ditemukan pada pemakai narkoba suntik, namun pada tahun berikutnya hingga sekarang penderita HIV beralih kepada kelompok heteroseksual, ibu rumah tangga dan bayi. Pada tahun 2012 jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV/AIDS sebanyak 395 kasus. Sedangkan pada tahun 2014 ibu rumah tangga merupakan jenis pekerjaan urutan ketiga terbanyak dengan jumlah kasus 617 kasus, dimana urutan pertama dan kedua adalah kelompok pekerjaan wiraswata 1.862 kasus dan kelompok tidak ada identitas pekerjaannya 1.011 kasus. Pada umumnya ibu rumah tangga yang terinfeksi ini tertular dari suaminya.            

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang akan menggambarkan dan menilai integrasi program penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam sistem kesehatan dan efektivitas program PMTS pada Wanita Pekerja Seks (WPS) di Kota Medan melalui pendekatan disain case study. Informan kunci dalam penelitian ini dipilih secara sengaja karena pengetahuan mereka tentang sistem kesehatan dan program HIV dan AIDS, terdiri dari perwakilan dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS Kota, puskesmas, rumah sakit rujukan, LSM yang melaksanakan program HIV dan AIDS serta populasi yang terdampak oleh HIV dan AIDS.

Hasil penelitian pada case study ini menunjukkan penilaian tingkat integrasi program PMTS pada WPS sebagai bagian program penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Medan terhadap sistem kesehatan menunjukkan integrasi penuh hanya pada sub sistem manajemen dan regulasi, sedangkan pada sub sistem upaya kesehatan, sumber daya manusia, pembiayaan, penyediaan farmasi dan alat kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan informasi strategis masih menunjukkan integrasi sebagian. Hasil penelitian juga menunjukkan peran para pemangku kepentingan atau aktor-aktor yang terlibat dalam program PMTS terkait program penanggulangan HIV dan AIDS dikategorikan dalam dua kelompok saja yaitu pemangku kepentingan dengan kepentingan yang tinggi namun kekuasaan yang rendah terdiri dari KPA, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kelompok WPS dan LSM, sedangkan kelompok pemangku kepentingan dengan kepentingan rendah dan kekuasaan rendah terdiri dari Rumah Sakit dan Bappeda. Perubahan perilaku WPS yang merupakan outcome program PMTS yaitu perilaku menggunakan kondom pada seks komersial belum menunjukkan efektivitas tinggi, dimana berdasarkan STBP 2011 WPS di Kota Medan yang menggunakan kondom pada seks komersil seminggu terakhir hanya sebesar 51,5%. Situasi saat ini pun diperkirakan pencapaian perilaku aman ini tidak akan tercapai karena jumlah kondom dan pelicin yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan WPS, di satu sisi jumlah WPS terus bertambah dari tahun ke tahun, tenaga penjangkau terbatas dan anggaran daerah untuk penyediaan kondom tidak ada. Cakupan terhadap kelompok WPS masih sekitar 50% sedangkan indikator cakupan terhadap populasi kunci (WPS, LSL, LBT dan waria) minimal mencapai 80% dan perilaku seksual aman populasi kunci 60% serta jaminan keberlanjutan program dengan adanya pendanaan oleh pemerintah.  Oleh karena itu dikhawatirkan penularan IMS dan HIV melalui hubungan seksual tetap akan terjadi baik bagi WPS, pelanggannya dan juga pada ibu rumah tangga sehingga akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kasus IMS dan HIV di Kota Medan.

Secara keseluruhan tingkat integrasi program PMTS ke dalam sistem kesehatan berada pada tingkat integrasi sebagian, sehingga kurang memberikan kontribusi yang signifikan dalam capaian efektivitas program PMTS tersebut.

Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya komunikasi dan koordinasi antar SKPD yang terlibat melalui peran aktif ketua KPAK yang juga merupakan pimpinan daerah agar dapat merumuskan kebijakan dan program dengan baik serta mengatasi kendala-kendala yang dihadapi.

Information
Created 2016-08-29 13:26:46
Changed
Version
Size 2.42 MB
Rating
(0 votes)
Created by Administrator
Changed by
Downloads 664
License
Price
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID