0
0
0
s2smodern
Rabu, 29 Januari 2014 Oleh: Yuli Rahma

Suasana Workshop Hari Kedua Doc. Kebijakan AIDS IndonesiaAgenda workshop hari kedua diawali dengan presentasi hasil kerja kelompok di hari pertama yang difasilitasi oleh Iko Safika sebagai salah satu Principal Investigator dari Tim Inti Penelitian. Kelompok pertama memaparkan revisi pada bagian pendahuluan, tujuan, dan konseptual model. Hal-hal yang menjadi sorotan pada diskusi kelompok ini adalah perlunya pencantuman referensi dari sumber yang kredibel berkaitan dengan data kasus, isu stigma dan diskriminasi yang berkaitan dengan isu institusional. Perlu menambahkan penjelasan kebijakan yang merujuk pada isu stigma, mengingat isu stigma tidak pernah terintegrasi secara institusional dalam sistem kesehatan nasional. Perdebatan kemudian berkembang di seputar perumusan pertanyaan penelitian umum dan khusus dengan mengacu pada tantangan dalam penaggulangan isu HIV-AIDS yang secara epidemi kompleks dan berkembang namun belum terintegrasi dalam Sistem Kesehatan Nasional sehingga berdampak pada tidak efektifnya layanan HIV-AIDS.

Dinamika diskusi pada kelompok dua tidak kalah ramai dengan kelompok pertama. Kelompok dua membahas bagian metode, desain, dan pengumpulan data. Catatan yang ditambahkan oleh kelompok dua dalam dratf protokol penelitian terkait dengan pengumpulan data adalah perlu ada workshop di masing-masing kabupaten, kota serta provinsi. Selain itu, alokasi anggaran minimal untuk tiga kali workshop dan di masing-masing workshop harus melibatkan beberapa pihak dari masing-masing kabupaten, kota, dan provinsi, mengingat fungsi dan peran masing-masing yang berbeda. Diskusi dalam kelompok dua menambahkan catatan perlunya fokus pada pengambilan data yang bergerak di level kabupaten/ kota dan pada saat validasi data perlu juga mengumpulkan data dari berbagai pihak. Kriteria kelompok sasaran juga merupakan poin penting yang harus diperjelas untuk memastikan data yang akan dikumpulkan nanti bisa lebih representatif.

Diskusi kelompok tiga membahas topik etika penelitian, diseminasi, publikasi kebijakan, timeline penelitian, format laporan penelitian. Catatan yang menjadi sorotan oleh diskusi kelompok tiga adalah pengelolaan risiko dan antisipasi permasalahan. Pengelolaan resiko dipakai ketika kapasitas peer reviewer lemah atau bilamana terjadi adanya indikasi persaingan kepentingan diantara peer reviewer. Hal yang juga dibahas adalah pentingnya menentukan responden yang mempunyai kompetensi. Kompetensi responden untuk diwawancara dilakukan dengan cara membuat kriteria inklusi dan eklusif terutama untuk responden perorangan. Hasil penelitian akan didiseminasikan pada level nasional, provinsi, kabupaten dan kota. Pada bagian akhir diskusi, dibahas mengenai pentingnya inform consent terkait dengan etika penelitian. Informed consent biasanya dipakai dalam indepth interview dan apabila memberikan informasi yang sifatnya confidential. Memang apabila melihat instrument penelitian ini, tidak ada data yang terkait dengan individu sehingga dimungkinkan eligible untuk meminta “waiver” dengan persetujuan dari komite etik karena data yang disampaikan bersifat publik.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID