0
0
0
s2smodern
Kamis, 30 Januari 2014 Oleh: Eunice Setiawan

Suasana Workshop Doc. Kebijakan AIDS IndonesiaAgenda sesi pagi di hari ketiga dari rangkaian Workshop Penyusunan Protokol adalah presentasi hasil kerja kelompok tentang instrumen penelitian dan diskusi. Setiap kelompok membahas dua blok atau sub sistem dari Sistem Kesehatan Nasional. Di saat presentasi dari kelompok pertama yang membahas tentang Tata Kelola berlangsung sepuluh menit, muncul pertanyaan mendasar yaitu referensi apa yang dipergunakan dalam pengembangan definisi operasional tiap blok atau sub sistem dalam draft protokol penelitian? Apakah Buku Health System Rapid Assessment dari WHO atau Lampiran Peraturan Presiden No. 72 tahun 2012 tentang SKN?

Peserta workshop kemudian mensepakati acuan yang dipergunakan adalah Lampiran Peraturan Presiden No. 72 tahun 2012 mengingat penelitian ini dilakukan di lingkup nasional Indonesia. Selanjutnya, Iko Safika memfasilitasi setiap kelompok untuk menyesuaikan definisi operasional masing-masing blok atau sub sistem dengan apa yang telah tercantum dalam Lampiran Peraturan Presiden No. 72 tahun 2012, termasuk penggunaan istilah blok kemudian diganti dengan sub sistem agar konsisten. Penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan dan disepakati dalam pertemuan ini sebagai berikut :

Protokol Penelitian SKN
Blok 6. Penyediaan layanan Sub sistem 1. Upaya kesehatan
Blok 4. Informasi strategis

Sub sistem 2. Litbang
Untuk sub sistem ini, mengacu dari definisi operasionalnya, maka disepakati tetap mempergunakan istilah Informasi Strategis. Dirasa kurang tepat bila mempergunakan istilah Litbang.

Blok 2.Pembiayaan Sub sistem 3. Pembiayaan
Blok 3. SDM Sub sistem 4. SDM
Blok 5.Peralatan Medis/Logistik Sub sistem 5. Farmasi/Alat kesehatan
Blok 1. Tata Kelola Sub sistem 6. Manajemen, Informasi, Regulasi
Blok 7. Pemberdayaan Masyarakat Sub sistem 7. Pemberdayaan Masyarakat

 

Selain diskusi mengenai referensi yang dipergunakan, definisi operasional dan konsistensi penggunaan istilah, perbincangan juga membahas mengenai perlunya dibuat daftar istilah untuk setiap istilah yang digunakan dalam protokol penelitian, agar ada persepsi yang sama. Misalnya: diorganisasikan, unit pelayanan, universal, standar, kerjasama, wilayah, dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan yang bersifat analisa sebaiknya dihilangkan, karena analisa akan dilakukan oleh Tim Peneliti bukan dijawab oleh peserta. Setiap subsistem, perlu dibedakan jenis pertanyaan yang bersifat umum dan yang bersifat spesifik, misalnya: penggunaan seluruh sumber daya manusia, ataukah menggunakan kata tenaga kesehatan, outreach, kader, tenaga konseling, dan lain-lain.

Dengan keterbatasan waktu yang ada, tidak semua perbaikan dalam draft protokol dapat dilakukan dalam kesempatan ini. Untuk itu tiap Ketua Kelompok yang telah terpilih bertanggung jawab untuk melakukan proses finalisasi sesuai dengan bagiannya masing-masing dengan anggota kelompoknya melalui mekanisme komunikasi email. Ketua Kelompok akan mengirimkan hasil revisi finalnya melalui email kepada Koordinator Riset (Eviana Hapsari Dewi) pada hari Jumat, 7 Februari 2014. Untuk selanjutnya Tim Inti akan melakukan kompilasi semua revisi yang ada pada draft protokol dan akan difinalisasi pada hari Jumat, 14 Februari 2014.

Workshop hari terakhir ditutup dengan beberapa penjelasan mengenai Rencana Tindak Lanjut. Salah satunya adalah rencana pelatihan metode analisis kebijakan kesehatan bagi seluruh peneliti yang terlibat, termasuk kegiatan tatap muka mengawali kursus jarak jauh. Para peserta workshop juga ditawarkan kesempatan untuk menjadi salah satu fasilitator dalam kegiatan ini. Selain itu, peserta diharapkan mengirimkan abstrak kebijakan AIDS sebelum tanggal 6 Februari 2014 terkait dengan Konferensi AIDS Internasional di Melbourne, Australia.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID