0
0
0
s2smodern
Kamis, 27 Maret 2014

Suasana Workshop Hari KeempatSetelah proses pembelajaran terkait dengan pembelajaran jarak jauh Kebijakan AIDS dan Sistem Kesehatan usai, di hari keempat kegiatan berganti untuk pembahasan protokol penelitian berupa konsep dan disain penelitian, prinsip penelitian ilmiah dan simulasi instrumen penelitian. Dokumen protokol penelitian merupakan hasil dari suatu proses yang panjang, mulai dari workshop penyusunan protokol pada bulan November 2013, kemudian mendapatkan feedback dari anggota CG, para peneliti, dan DFAT.

Desain dari penelitian kebijakan AIDS dan sistem kesehatan untuk menjawab kesenjangan kebijakan dan program penanggulangan HIV dan AIDS di tingkat normatif dengan realitas di lapangan. Data menunjukkan kecenderungan perluasan HIV meningkat di semua populasi seperti prevalensi HIV Pekerja Seks di Yogyakarta mencapai 10 persen, sekitar sepertiga ODHA yang menjalankan perawatan ARV, stigma dan diskriminasi masih tetap tinggi. Penelitian ini menjawab tantangan upaya lebih efektif menanggulangi epidemi HIV dan AIDS secara integral dalam sistem kesehatan di Indonesia sekaligus mengintegrasikan mekanisme penanggulangan AIDS sebagai intervensi vertikal ke dalam sistem kesehatan untuk membangun intervensi berkelanjutan dan komprehensif. Sebagai tujuan umumnya adalah menganalisis tingkat integrasi kebijakan penganggulangan HIV dan AIDS dalam sistem kesehatan Indonesia sehingga dapat dikembangkan rekomendasi perbaikan kinerja penanggulangan HIV dan AIDS dalam jangka menengah.

Model konseptual penelitian dikembangkan dari konteks sosial, politik, ekonomi, dan desentralisasi sebagai basis untuk melihat tingkat integrasi dari 7 sub system yang dilakukan oleh stakeholder/aktor dalam upaya pencegahan, PDP, dan dampak mitigasi atas cakupan, akses, pemerataan, kualitas dan keberlanjutan. Yang dimaksud dengan integrasi adalah upaya mengadopsi dan melakukan asimilasi penanggulangan AIDS ke dalam fungsi-fungsi pokok sistem kesehatan (Atun et al. 2010).

Untuk memberikan penyegaran kepada para peserta mengenai prinsip-prinsip penelitian ilmiah, Prof. Dr. Budi Utomo, MPD, PhD menegaskan bahwa penelitian ilmiah merupakan ekspresi berpikir sistemik, logis dan analitik dengan menyediakan bukti-bukti baru. Fungsinya adalah memahami masalah utama dan memberikan prediksi solusi. Proses perancangan penelitian mulai dari penentuan masalah (topik) dan hal ini sangat mendasar dalam penelitian. Teori dan evidence berguna merumuskan hipotesis sebagai kerangka konseptual menjawab masalah. Yang terpenting dari suatu penelitian adalah menjawab permasalahan dengan solusi berbasis evidence. Pengujian hipotesis dan validasi hasil akan menentukan generalisasi dan implikasi hasil.

Kontekstualisasi pemahaman prinsip penelitian ilmiah ini digunakan untuk pembahasan metode pengumpulan data penelitian yang difasilitasi Iko Safika, MPH, PhD. Instrumen penelitian dan panduan pengumpulan data dikembangkan dari kerangka konsep penelitingan dari protokol penelitian. Detail pertanyaan dikembangkan sedemikian rupa melalui konsultasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam riset. Instrumen yang telah disusun perlu dipahami bersama oleh para peneliti termasuk operasionalisasinya. Tim PKMK FK UGM telah melakukan uji coba instrumen penelitian ke stakeholder HIV dan AIDS di Yogyakarta (KPAP, Dinkes Kota, LSM). Selanjutnya para peneliti diharapkan melakukan simulasi untuk diuji coba instrumen agar betul-betul memahami dari tiap-tiap pertanyaan yang telah disusun.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID