0
0
0
s2smodern
Jumat 28 Maret 2014
Oleh : Hersumpana

Workshop Hari KelimaSimulasi pengumpulan data primer dengan mempergunakan instrumen penelitian dipraktikan oleh dua kelompok yang merepresentasikan Kelompok Indonesia Timur dan Kelompok Indonesia Barat. Permainan peran memberikan sentuhan pengalaman para peneliti tentang gambaran operasionalisasi instrumen, kesulitan dan hambatannya. Kedua kelompok memberikan catatan umum dan khusus untuk perbaikan instrumen penelitian yang telah disusun. Secara prinsip kedua kelompok menyepakati bahwa instrumen penelitian tersebut bisa digunakan (workable) untuk penggalian data lapangan.

Kelompok Timur memberikan catatan umum hasil simulasi meliputi 1) metode penggalian data dengan workshop perlu disepakati terkait dengan dana operasional sesuai dengan kondisi per provinsi 2) daftar pernyataan yang akan digunakan untuk workshop bersama stakeholder di daerah perlu disederhanakan 3) kemungkinan jawaban dalam satu pertanyaan berkaitan dan mengandung informasi pada pertanyaan lain maka peneliti harus menguasai secara menyeluruh instrument, supaya penggalian data efektif 4) undangan workshop perlu ditandatangani oleh pejabat setingkat sekda (KPA) dan pemilihan informan indepth interview dilakukan setelah workshop.

Kelompok Barat menyampaikan catatan umum hasil simulasi tentang persiapan matang sebelum kegiatan workshop bersama stakeholder seperti instrumen pertanyaan perlu dikirim ke informan, melakukan pengumpulan data sekunder terlebih dahulu, peserta diminta mempersiapkan kebijakan seperti perda, renstra, MOU yang dimiliki. Saat workshop perlu disampaikan kode etik seperti permintaan ijin merekam dan konfidensialitas, presentasi pembuka untuk pengayaan wawasan penanggulangan AIDS dari KPA, serta pertanyaan ditayangkan di depan saat FGD.

Detail catatan khusus disampaikan oleh Kelompok Timur dan Kelompok Barat meliputi catatan klarifikasi penggunaan bahasa dari sub sistem 1–7 seperti penggunaan kata sumber daya pada sub sistem satu bisa diperjelas dengan siapa (aktor), kejelian peneliti menyampaikan pertanyaan ke stakeholder yang tepat, detail pertanyaan pada sub sistem 4 saling terkait antara pertanyaan dengan jawaban sudah terkandung di dalamnya, dan beberapa catatan untuk memperjelas kata seperti dampak mitigasi atau “mitigasi dampak” dan eksplorasi lanjut pertanyaan oleh peneliti untuk menggali data dan informasi dari para stakeholder. Pertanyaan-pertanyaan yang ada dapat dikembangkan dan ditambahkan sesuai kebutuhan tetapi tidak boleh dikurangi karena akan berfungsi sebagai komparasi dengan provinsi lain.

Rencana tindak lanjut dari pelatihan selama 5 hari ini adalah: 1) finalisasi protokol penelitian, instrumen dan panduannya, deadline tanggal 3 April 2014; 2) panduan operasional pelaksanaan bagi informan yang dibuat oleh para peneliti, disepakati selesai tanggal 10 April 2014; 3) pengajuan ethical clearance ke Komisi Etik FK UGM pada tanggal 3 April 2014. Penentuan kabupaten/kota sebagai lokasi penelitian disepakati 2 kabupaten/kota di setiap pronvinsi dari 8 provinsi penelitian. Kabupaten/kota yang dipilih adalah Sumatera (Medan dan Deli Serdang), Jawa Timur (Surabaya dan Sidoarjo), Bali (Denpasar dan Badung), NTT (Kota Kupang dan Belu), Papua (Kota Sorong dan Kabupaten Manokwari), Makasar (Makasar dan Pare-Pare), Jakarta (Pokdisus – DKI / nasional, PPH Atmajaya – DKI / Provinsi). Jika ada perubahan dari pilihan lokasi segera disampaikan ke PKMK karena ini terkait pengurusan surat ke KPAN dan P2PML.

Sementara timeline untuk proses penelitian daerah, nasional dan gabungan disepakati berikut; 1) pengumpulan data (Mei), 2) koding/analisis (Mei - Juni), 3) pertemuan Analisis Data (16 – 20 Juni 2014), 4) penulisan laporan (8 provinsi, 1 nasional, 1 gabungan pada akhir Juni – Juli 2014), 5) Diseminassi Nasional (Agustus 2014). Kebutuhan logistik pendukung setiap daerah diminta membuat rencana pembiayaan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing dan kesepakatan mekanisme LPJ. Aksi konkrit yang perlu dilakukan oleh para peneliti di tiap-tiap daerah adalah mengembangkan diskusi kultural yang terkait isu HIV dan AIDS, dan sistem Kesehatan seperti yang telah dimulai di Yogya.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID