Pengantar Minggu ke-4
Para pembaca budiman, tulisan minggu ini mengangkat refleksi pengalaman para aktifis dan peneliti Jaringan Research Kebijakan (PRN) yang melakukan refleksi atas kerja-kerja advokasi dari berbagai daerah di lapangan yang menjadi jaringan advokasi masyarakat pedesaan dibawah koordinasi dari Institute For Research and Empowerment (IRE) yang mengangkat tema “Mempertemukan Agenda Masyarakat Sipil dengan Kebijakan Daerah”. PKMK FK UGM merupakan salah satu jaringan yang diudang sebagai lembaga riset kebijakan Kesehatan dari kelompok Knowledge Sector Initiative (KSI).
Tulisan pertama mendiskusikan peran dari interest group atau kelompok kepentingan dalam mempengaruhi dan mengawal kebijakan lewat advokasi. Kelompok kepentingan dalam hal ini dipahami sebagai kelompok masyarakat yang bekerjasama untuk tujuan yang sama tanpa memiliki minat untuk mendapatkan kekuasaan politik. Akademisi, Peneliti, dan aktifis NGO dan kelompok masyarakat tertentu merupakan elemen dari kelompok kepentingan ini. Lebih khusus dalam konteks kesehatan, praktisi kesehatan, kelompok penyandang disabilitas, atau kelompok yang memiliki masalah kesehatan tertentu juga bisa menjadi kelompok kepentingan. Bagaimana mereka berpartisipasi dalam mempengaruhi dan mengawal kebijakan, dielaborasi lebih lanjut dalam tulisan ini.
Tulisan kedua mencoba mencatat insight dari udar gagasan para aktifis dan peneliti Jaringan Kebijakan dari berbagai daerah yang aktif melakukan penelitian dan advokasi kebijakan di daerah masing-masing. Lesson learned dari pengalaman beradvokasi pada tingkat daerah menjadi pembelajaran menarik dalam membangun strategi advokasi ke depan yang lebih baik. Ruang ini merupakan bagian dari pengembangan manajemen pengetahuan untuk melakukan kolaborasi dan jejaring para aktifis dan peneliti kebijakan dalam membangun militansi advokasi yang berbasis bukti secara lebih berkualitas (evidence based advocacy).







