Pengantar web minggu ke-9
Tulisan web minggu ke -9 ini mengangkat isu mengenai tradisi evaluasi independen di sektor kesehatan yang masih sangat minim. Pelaksanaan JKN yang mengelola dana sangat besar membutuhkan monitoring dan evaluasi independen di luar lembaga pengelola, khususnya perguruan tinggi. Hampir seluruh sistem monitoring dan evaluasi di Kemenkes dan Dinas Kesehatan dikembangkan secara internal melalui DJSN maupun BPK yang lebih menyoroti aspek keuangan, dan belum banyak fokus pada evaluasi layanan yang lebih luas, maka perlu monev independen untuk mencegah fraud. Lebih jauh dapat dibaca tulisan Lily Kusumowardoyo.
Tulisan kedua membahas tentang peran pendidikan tinggi kesehatan dalam mengembangkan model dan kurikulum pendidikan AIDS untuk menjawab permasalahan diskriminasi dan pencegahan penanggulangan AIDS yang semakin meningkat prevalensinya ke kalangan masyarakat beresiko rendah yang dibahas dalam diskusi kultural oleh PKMK FK UGM bersama dengan pengelola sekolah-sekolah tinggi kesehatan.
Tulisan ketiga, menampilkan sebuah perspektif baru dari artikel ilmiah yang mengkritisi kasus implementasi operasi pengangkatan payudara secara radikal (mastektomi) yang bisa menjadi kerangka dalam pelayanan kesehatan untuk AIDS, ternyata faktor sosial, politik dan ekonomi, di luar klinisi, dapat berdampak pada perubahan. Dalam Penanggulangan penyakit AIDS faktor sosial dan antropologi merupakan pendekatan yang penting untuk disimak. Tulisan ini adalah karya Theresa Montini dan Ian D. Graham dari Jurnal Open Source Implementation Science, 2015.







