Pengantar Web Minggu ke -19
Pembaca yang budiman, Web minggu ke-19 membincangkan beberapa isu terkait faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap efektifitas dari implementasi kebijakan AIDS di Indonesia. Hampir 2 dekade upaya penanggulangan AIDS dikembangkan di Indonesia sejak kasus AIDS pertama pada 1987. Sepanjang waktu tersebut telah lahir banyak produk-produk kebijakan dari tingkat nasional hingga tingkat daerah, tulisan pertama mencoba mendiskusikan bagaimana implementasi kebijakan dan peraturan tersebut di lapangan? Seberapa efektif dampaknya dalam penurunan infeksi baru?
Tulisan kedua, menampilkan hasil penelitian ilmiah tentang analisis konteks yang berpengaruh terhadap efektifitas intervensi pembiayaan dan pengaturan program AIDS di Federasi Rusia menunjukkan variasi yang cukup besar di antara tiga negara bagian yang menjadi sampel dari penelitian. Pada lingkungan hukum yang rumit dan kompleks, analisa sistematis konteks dari program vertikal yang menyatu adalah penting untuk meningkatkan pemahaman bagaimana kebijakan yang relevan diprioritaskan dan diterjemahkan ke dalam aksi. Tulisan ini merupakan karya Atun et al yang dimuat dalam Bulletin WHO, 2005.
Ketiga, menampilkan seri kompendium kebijakan AIDS tentang operasionalisasi lanjut oleh Kemenkes RI tentang layanan kesehatan reproduksi mulai dari usia remaja, persiapan kehamilan, hingga pasca melahirkan dan integrasinya dengan kesehatan seksual. Peraturan menteri kesehatan no.97 tahun 2014 ini memberikan peluang untuk mengintegrasikan isu kesehatan seksual ke dalam layanan kesehatan reproduksi, dan layanan perinatal untuk Ibu Hamil yang dikembangkan melalui promosi dan pencegahan melalui pengembangan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE).







