Pengantar Minggu Ke-17
Pembaca yang budiman, tulisan minggu ini mengangkat tema terkait dengan beberapa poin dari diskusi dan refleksi dalam Workshop Metode Penelitian yang diselenggarakan oleh PKMK UGM yang diikuti oleh para peneliti AIDS Indonesia dari 10 Provinsi pada 23-25 April 2015. Pertama, Sebuah refleksi pembelajaran hambatan (barriers) yang dihadapi para peneliti dalam proses pengumpulan data penelitian Integrasi AIDS ke dalam sistem kesehatan yang menentukan kualitas hasil penelitian dan kontribusinya yang dapat diaplikasikan, hambatan penelitian ini berupa ketidaktersediaan data seperti yang diharapkan, kebijakan pembatasan akses, sekaligus kurangnya pengetahuan bagaimana data diakses.
Pengantar Minggu ke-16
Pembaca yang budiman, Gagasan pengintegrasian program penanggulangan AIDS ke dalam sistem kesehatan umum bukanlah seperti magic bullet yang dengan sekejap akan merubah keadaan sesuai dengan harapan. Kenyataannya, banyak faktor yang menentukan dalam keberhasilan integrasi. Integrasi bukanlah tujuan, tetapi integrasi menjadi faktor yang mempengaruhi sistem kesehatan untuk dapat bekerja secara optimal dan efisien, sehingga berkontribusi terhadap efektifitas dan keberlanjutan program dan layanan kesehatan. Diskusi tentang sejauh mana potensi efisiensi yang diberikan oleh integrasi ini dibahas pada tulisan pertama oleh Chrisant Lily yang mencoba menjawab pertanyaan benarkah integrasi layanan HIV ke sistem kesehatan umum berkontribusi pada efisiensi?
Pengantar Minggu Ke-15
Para Pembaca yang budiman, tulisan web minggu ke -15 mengangkat tulisan terkait dengan perkembangan dan progress perumusan New Funding Model (NFM) yang dikoordinasikan oleh CCM yang secara aktif melibatkan berbagai kelompok pemangku kepentingan, khususnya populasi kunci, NGO, akademisi, KPA, Kemenkes, dan Konsultan dalam proses penyusunan prioritas-priortias program berbasis SRAN KPAN 2015-2019, RAN TB, dan RAN TB-HIV. Yang baru dari NFM adalah pengembangan integrasi HIV dan TB sebagai pendekatan yang saling terkait dengan pertimbangan high burden of disease. Data menunjukkan pasien HIV hampir 50 % juga terjangkit TB, sementara untuk TB sekitar 3-5 % terkena HIV. Integrasi program TB dan HIV ini diharapkan upaya penanggulangan kedua penyakit semakin cost-effective dan berdampak tinggi untuk pengurangan prevalensi maupun dampak kematian akibat TB dan HIV. Lebih lanjut baca tulisan M.Suharni ( Klik Disini ).
Pengantar Minggu Ke-14
Tulisan minggu ke -14 mengangkat tema tentang Dilema etis dan profesionalisme Tenaga Kesehatan dalam memberikan layanan pada ODHA. Tenaga kesehatan menjadi garda depan dalam melakukan pencegahan dan perawatan penyakit HIV dan AIDS. Dalam praktik, masih terjadi kasus-kasus diskriminasi terhadap ODHA oleh penyedia layanan. Tulisan ini mencermati aspek etis dan profesionalisme calon nakes dan tenaga kesehatan sebagai bentuk dari kepedulian dari pendidik tenaga kesehatan untuk memastikan nakes memiliki pengetahuan komprehensif, dan memahami nilai etis kemanusiaan dari jenis pekerjaannya.
Pengantar Minggu Ke-13
Tulisan web minggu ke-13 mengangkat isu terkait dengan signifikansi dari Penelitian HIV dan AIDS dalam Pengembangan Kebijakan Penanggulangan AIDS di Indonesia. Hasil Riset HIV dan AIDS sejauh ini belum terintegrasi dalam upaya penanggulangan AIDS lintas Sektor yang berkontribusi dalam implementasi kebijakan. Hasil Riset masih menjadi seperti menara gading yang menonjolkan egoisme intelektual peneliti daripada mendorong sebuah perubahan yang berbasis pembuktian data ilmiah yang kuat (evidence based policy). Konsern pemerintah (Balitbangkes) dan KPAN ke depan bagaimana membangun sinergi pengembangan program yang berbasis riset untuk efektifitas pencapaian pengurangan infeksi baru, pengurangan kematian terkait AIDS dan pengurangan diskriminasi. Lebih lanjut baca tulisan Hersumpana.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia