Jember (beritajatim.com) - Dinas Kesehatan Kabupaten Jember menolak usulan dari legislator DPRD setempat dari Partai Hanura, Isa Mahdi, untuk membuka identitas pasien HIV/AIDS.
Isa mempertanyakan keistimewaan pasien HIV/AIDS dibanding pasien penyakit lain yang berbahaya, dalam rapat kerja dengan Dinkes di ruang Komisi D DPRD Jember, Selasa (31/1/2017) kemarin.
Isa menginginkan pasien HIV/AIDS tidak ditutupi, sebagai bagian dari upaya melindungi warga yang sehat. "Saya sekarang lebih takut tertular karena pisau cukur daripada hubungan seksual," katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Diah Kusworini mengatakan, kerahasiaan tak hanya pada penderita HIV/AIDS. "Dalam ketentuan kesehatan, rekam medis itu harus dijaga," katanya.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Deteksi dini HIV di Banjarbaru terus gencar dilakukan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Dinkes Banjarbaru.
Langkah yang dilakukan pihak KPA Banjarbaru ini salah satunya dengan mendatangi Bintang Karaoke di Jalan Sei besar Banjarbaru. Ada 30 orang yang ikut tes HIV saat itu, Minggu (15/1).
"Ya. Saya sudah menyebarkan surat ke pengusaha Karaoke, hotel, instansi. Menawarkan vct mobile, penyuluhan/konseling dan tes HIV sukarela, yang dilaksanakan di luar klinik VCT," ujar Sekretaris KPA Banjarbaru Edi Sampana.
Fernando Sikumbang | Rabu, 11 Mei 2016
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Data KPA Dumai secara kumulatif hingga Maret 2016 tercatat ada 318 pengidap HIV/AIDS di Kota Dumai. Jumlah ini menempatkan Dumai di posisi ketiga di Provinsi Riau dalam jumlah penderita HIV/AIDS.
Sedangkan untuk tingkat Nasional, secara kumulatif terdapat 160.138 pengidap HIV. Sedangkan 65.790 adalah pengidap AIDS. Mereka tercatat secara kumulatif sejak 1987 hingga 2015.
"Jumlah ini didominasi kaum pria. Lantas ibu rumah tangga, yang kebanyakan ditularkan lewat suaminya," ujar Perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Muhammad Yusuf, Rabu (11/5/2016).
Yudha Manggala P Putra | Selasa, 10 Mei 2016
REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Jawa Barat mencatat setiap tahun rata-rata 30 warga di daerah ini tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV).
"Untuk jumlah kumulatif kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi, tepatnya dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2015, mencapai 963 orang," kata Ketua KPA Kota Sukabumi, Achmad Fahmi di Sukabumi, Selasa (10/5).
Menurutnya, dari data tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini mayoritas warga yang tertular HIV berasal dari kalangan ibu rumah tangga (IRT) baik yang ditularkan dari suaminya maupun ada penyebab lainnya.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia