Ilustrasi | ReuterOleh: Zainulmukhtar | Minggu, 19 April 2015

INILAHCOM, Garut - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Garu berharap Pemkab Garut dapat membantu setiap orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk mendapatkan hak pelayanan jasa kesehatan.

Pasalnya, dari 272 ODHA yang ada di Garut, saat ini masih terdapat sekitar 80 ODHA yang belum dapat mengakses terapi Antiretroviral (ARV) karena keterbatasan ekonomi. Terdapat juga di antaranya karena belum ada kemauan dari para ODHA sendiri, serta tak menyadari status dirinya sebagai ODHA.

Yayasan Mata Hati saat melakukan TOT bagi kader PIKM Kecamatan Langensari di aula Puskesmas Langensari, Sabtu, (18/04/2015). Foto: Nanang S/HR.19 April 2015 | Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Yayasan Mata Hati bersama LSM Viaduct dan Mutiara menggelar training of traner (TOT) sejumlah kader Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM), dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, di aula Puskesmas Langensari, Sabtu, (18/04/2015).

“Kami melakukan TOT bagi kader PIKM di setiap kecamatan di wilayah Kota Banjar, sebagai upaya kami dalam hal pembinaan,” ucap Aam, Pengelola Program Yayasan Mati Hati, kepada harapanrakyat.com, Sabtu, (18/04/2015).

Foto – IndoposNur Mungil | 6 Maret 2015

HarianDepok.com – Berita , Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kuldesak, tengah melakukan tes HIV kepada 75 tahanan Polresta Depok, tes tersebut dilakukan oleh LSM Kuldesak karena banyaknya tahanan tahanan Polresta Depok yang terlibat kasus penggunaan narkoba. Diketahui sebanyak 50 dari 75 tahanan Polresta Depok terlibat kasus narkoba. Tes HIV ini dilaksanakan pada Rabu (04/03/2015).

Seperti yang dikutip dari indopos. Samsu Budiman mengatakan, bahwa pihaknya melakukan tes tersebut guna mengantisipasi adanya penularan serta pencegahan HIV/AIDS di para tahanan kasus narkoba yang kebanyakan menggunakan jenis narkoba suntik alias putau.

Ilustrasi | FOKUSJabar.comNurdiansyah/DEN | Jumat, 6 Maret 2015

BANJAR, FOKUSJabar.com:Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV – AIDS (KPA) Kota Banjar, Unen Astramanggala mengungkapkan bahwa sekitar 9200 orang di Kota Banjar berpotensi terpapar HIV/AIDS.

Saat ini ada 92 orang terpapar HIV/AIDS di Kota Banjar sudah ditangani pengobatannya di RSUD Banjar.

Supported by

AusAID