Noor Tromp1, Adiatma Siregar2, Barnabas Leuwol3, Dindin Komarudin3, Andre van der Ven4, Reinout van Crevel4, Rob Baltussen1

ABSTRAK

Tujuan: untuk mengevaluasi efektivitas biaya (cost-effectiveness) perluasan layanan (scaling-up) VCT berbasis masyarakat di Jawa Barat.

Metode: Asian epidemic modelling (AEM) dan resource need model (RNM) digunakan untuk menghitung biaya-biaya tambahan untuk setiap infeksi HIV yang dihindari dan setiap disability-adjusted life years (DALYs) yang diselamatkan. Data demografi, perilaku dan biaya hasil pantauan lokal yang berhubungan dengan epidemic digunakan sebagai input pada model.

Hasil: memperluas cakupan layanan VCT berbasis masyarakat di Jawa Barat akan mengurangi prevalensi di keseluruhan populasi sebesar 36% pada tahun 2030 dan dengan biaya US$ 248 per infeksi HIV yang terhindari dan US$ 9.17 per DALY yang diselamatkan. Perkiraan efektivitas biaya yang paling sensitif adalah terhadap dampak VCT pada penggunaan kondom dan jumlah populasi klien pekerja seks wanita (WTS), dan dampaknya secara keseluruhan kuat. Total biaya untuk scaling-up VCT berbasis masyarakat berkisar antara US$ 1,3 dan 3,8 juta per tahun dan memerlukan sejumlah klinik VCT terintegrasi di puskesmas untuk meningkatkan dari 6 klinik di 2010 menjadi 594 klinik di tahun 2030.

Kesimpulan: scaling up VCT berbasis masyarakat merupakan intervensi efektif dan hemat biaya. Namun, untuk memprioritaskan VCT dalam pengendalian HIV/AIDS di Jawa Barat, masalah ketersediaan anggaran dan kapasitas organisasi harus diatasi.

Kata kunci: infeksi HIV, konseling & tes suka rela, analisis efektivitas biaya, pengambilan keputusan.

1Department of Primary and Community Care, Radboud University Nijmegen Medical Centre, NICHE (Nijmegen International Center for Health Systems Research and Education). PO Box 9101, 6500 HB Nijmegen, The Netherlands
2Department of Economics, Faculty of Economics and Business, University of Padjadjaran, Bandung, Indonesia
3Medical Research Unit (UPK), Faculty of Medicine, University of Padjadjaran, Bandung, Indonesia
4Department of Internal Medicine, Radboud University Nijmegen Medical Centre, Nijmegen, The Netherlands Correspondence mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..


Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID