Hasan Supriyanto | 24 Februari 2015

Fenomena epidemi HIV mungkin tidak lebih popular dari isu penyalahgunaan narkotika, apalagi  beberapa waktu terakhir ketika pemerintah menyatakan Indonesia darurat narkoba. Pemerintah menunjukan sikap tegas dengan eksekusi terpidana mati gembong narkoba dengan segala tantanganya. Namun apakah issu penyebaran HIV dan AIDS dianggap tidak penting? Menjawab pertanyaan tersebut dapat dilihat dari besaran persoalan yang ada dalam issu HIV dan AIDS. Mengetahui persoalan tersebut dilihat dari data epidemi HIV dan AIDS.

Iwan relawan LSM Mata Hati saat memberikan penyuluhan kepada pelajar SMP PGRI Langensari, Sabtu, (07/02/2015). Foto: Nanang S/HR.Nanang Supendi | 08/02/2015

Banjar, (harapanrakyat.com),- Penyuluhan relawan peduli HIV/AIDS yang dilakukan ke sejumlah sekolah di Kota Banjar, mendapat dukungan dari kalangan guru, dan mereka menyambut baik kegiatan tersebut, serta akan membantu sosialisasi para relawan.

Hal itu dikatakan, Kepala Sekolah SMP PGRI Langensari, Irwan Ari Sudarso, kepada HR online, Sabtu, (07/02/2015).

Ilustrasi HIV/AIDS (sumber: EPA)Sabtu, 07 Februari 2015

Palu - Dinas Kesehatan Kota Palu mencatat sebanyak 17 orang di wilayahnya meninggal dunia akibat terserang HIV/AIDS selama 2014.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palu Gunawan, mengatakan selama 2014 terdapat 82 warga yang terserang HIV dan 40 orang menderita AIDS.

Taman Raflesia Ciamis. Foto: Dokumentasi HREli Suherli | 07/02/2015

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ketua LSM Wisma, Deni Wahyu, didampingi CO (Community Organizer) LSM Wisma, Yuyun Yuningsih, mengatakan, untuk melakukan pendataan orang yang berisiko tinggi tertular penyakit HIV/ADIS, perlu merekrut orang-orang dari komunitas orientasi seksual yang berbeda-beda. Seperti harus merekrut orang dari komunitas waria, Lelaki Suka Lelaki (LSL), Pria Hidung Belang dan Wanita Pekerja Seksual (WPS).

KONDOM GRATIS - Seorang petugas menunjukkan kondom gratis yang dibagikan kepada wanita penjaja seks (WPS) yang beroperasi di Kabupaten Cianjur di kantor Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur, Jumat (6/2). | TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI STribunNews | Jumat, 6 Februari 2015

CIANJUR, TRIBUN - Pencegahan penularan HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur dengan menggunakan kondom yang merupakan alat kontrasepsi tersebut memang masih belum menjadi kebutuhan. Pasalnya para WPS di tiga tempat tersebut masih mengandalkan pembagian kondom secara gratis yang dilakukan sejak 2011.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID