Berita Satu, 30 Oktober 2014
Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengharapkan seluruh kabupaten/kota di provinsi itu mendirikan lembaga Komisi Perlindungan AIDS (KPA) agar penanggulangan penyakit itu dapat berjalan lebih maksimal.
"Kita harapkan tahun ini juga seluruh kabupaten sudah membentuk KPA," kata Asisten III Bidang Kesra Pemprov Sumut, Zulkarnain, di Medan, Rabu (29/10).
Ia mengatakan, pembentukan KPA tersebut juga berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menyebutkan bahwa setiap kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tinggi, dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Hal itu sejalan dengan upaya mewujudkan universal acces untuk mencapai MDG's 2015 dan menurunnya prevalensi HIV pada usia 15-49 tahun menjadi kurang dari 0,5 persen.
Merdeka.Com, 29 Oktober 2014
Merdeka.com - Dari 2013 lalu hingga saat ini, sedikitnya tercatat ada 726 orang di Bali meninggal dunia akibat HIV dan AIDS. Diperkirakan ada 700 ribu orang yang terjangkit virus mematikan di Bali hingga tahun 2014.
Kasus selama tahun 2013, HIV sebanyak 29.037 kasus dan AIDS sebanyak 5.608 kasus. Sementara jumlah kasus yang tertinggi terjadi pada kelompok umur 20-29 tahun sebanyak 15.747 orang.
"Keadaan ini sangat membahayakan, kita harus waspada karena HIV dan AIDS tidak mengenal status, jenis kelamin maupun usia dan merupakan penyakit mematikan. Dan jumlah ini yang terdaftar atau yang dilaporkan ke klinik-klinik atau Puskesmas. Sementara yang tidak terdaftar jumlahnya tidak diketahui," ujar Asisten II Setda Provinsi Bali selaku Wakil Ketua I KPA provinsi Bali, Drs I Ketut Wije, MM, Rabu (29/10).
Kompas, 29 Oktober 2014
KUPANG, KOMPAS.com - Berdasarkan data dari Komisi penanggulangan AIDS Provinsi NTT dan juga hasil rilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT, mayoritas penderita HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diidap oleh ibu rumah tangga. Jumlah kumulatif kasus AIDS hingga akhir Bulan Agustus 2014 terdapat 780 ibu rumah tangga yang menderita AIDS.
Pengelola Program KPA NTT, Gusti Brewon, mengatakan, para ibu rumah tangga tersebut terinfeksi dari pasangannya. Mereka memiliki pasangan yang punya perilaku berisiko dan dalam ketidaktahuan itu mereka akhirnya terinfeksi HIV.
Menurut Gusti, ibu rumah tangga yang sudah terjangkit HIV dapat menularkan virus tersebut kepada bayi saat melahirkan atau menyusui, karena terlambat tahu status HIV-nya.
Medan Bisnis, 28 Oktober 2014
MedanBisnis - Medan. Tingginya wanita Pekerja seksual (WPS) di Kota Medan yang bisa terinfeksi virus HIV/AIDS, membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PeremPuan Peduli Pedia Medan (P3M)&nbsP; mendamPingi dan melindungi Para Pekerja seks itu.
P3M melihat pekerjaan yang ditekuni oleh ratusan mungkin ribuan WPS di Medan, yang masih belum terjangkau ini, pastinya rentan terinfeksi virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency). Saat ini, LSM P3M telah mendampingi 800 WPS di mana 9 diantaranya terinfeksi virus HIV/AIDS. Dari 9 ini, ada 5 orang yang masih menjaga komunikasi yang baik dengan P3M, selebihnya hilang komunikasi.
Oke Zone, 28 Oktober 2014
JAKARTA - Banyak remaja Indonesia belum memahami masalah HIV dan penyakit AIDS secara komprehensif. Pengetahuan mereka tentang penyakit dan kekerasan seksual juga masih minim.
Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Yayasan Aliansi Remaja Independen (ARI), Ryan Fajar Febrianto,
menjelaskan, data UNICEF pada 2012 menunjukkan, hanya 11,4 persen remaja yang memahami HIV & AIDS secara komprehensif, meningkat 20,6 persen di tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil riset Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di lima provinsi pada 2010, terhadap remaja berusia 15-24 tahun.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia